Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan


Durasi Baca: 4-5 Menit
“Aw, lulus sarjana nanti mending kerja dulu atau S2 dulu, ya? Apa bisnis aja?”
“Gua mau bisnis tapi bingung, bisnis apa. Lu ada saran gak, Aw?”
“Aku butuh pemasukan tambahan nih. Baiknya, kerja sampingan apa ya?”
“Gimana mau nabung? Buat kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan, Bro!”
“Kak, gimana sih caranya nabung saham?”
Gimana? Tentu teman-teman tidak asing mendengar pertanyaan di atas, bukan? Atau bahkan, seringkali diri sendiri yang malah merasakannya? Hayo, Ngaku! Hehehe. Kiranya, itulah sedikit banyak percakapan yang menjadi trending pada masa-masa ‘quarter life crisis’ di kalangan anak muda seumuran saya ini. Terbayang-bayang seperti apa gambaran masa depan mereka. Terlebih dengan kekhawatiran akan kondisi keuangannya.
Ditambah lagi, hari ini arus informasi begitu deras disebabkan kemajuan industri teknologi yang semakin pesat. Saya tanya, di zaman now ini apa sih yang gak berbau digital? Belanja kebutuhan bisa melalui online shop. Beli tiket perjalanan hanya tinggal booking melalui aplikasi. Baca berita? Kini sudah semakin banyak media cetak yang menyediakan fasilitas e-paper bagi pelanggannya. Mencari informasi kian lebih mudah dibantu dengan adanya internet sekarang ini, termasuk informasi seputar literasi keuangan.
Nah, lebih kurang setahun #MoneySmartMenginspirasi, memberikan warna dan alternatif baru dalam halnya memberikan pencerdasan kepada generasi muda khususnya milenial dalam mengelola keuangan dengan bijak. Berdiri sebagai bisnis media online di Indonesia, Money Smart diharapakan dapat menjadi pedoman maupun pencerahan bagi anak muda dalam menyikapi literasi keuangan.
Cara mengakses Money Smart mudah sekali! Kita hanya tinggal mengaksesnya di alamat https://www.moneysmart.id/ pada android atau gadget kesayangan kita. Gak boros kuota, kok! Setelah itu, terdapat ragam pilihan menu yang bisa kita eksplorasi. Gak usah khawatir, semua tulisannya dijamin menginspirasi. Favorit saya sendiri sejauh ini adalah menu Earn Money dan Smart Money. Selain banyak rekomendasi untuk mendapatkan active income, dibagikan pula bagaimana agar kita menghasilkan passive income melalui investasi seperti yang belakangan sedang saya coba lakukan.
Pertengahan Juli 2018 lalu, saya membulatkan tekad untuk membuat rekening investasi saham syariah di salah satu sekuritas kenamaan Jakarta. Bukan tanpa tujuan, investasi di sini dilakukan sebagai bentuk upaya mempersiapkan keuangan masa depan sedini mungkin. Namun, jika investasi ini tidak disertai dengan pemahaman yang matang, saham syariah pun bisa membuatmu rugi. Oleh karena itu, keinginan belajar saya ditambah lagi dengan membaca atau memperhatikan berita terkait perusahaan tercatat di bursa, mengikuti forum-forum diskusi baik secara offline maupun online, hingga membaca platform Money Smart ini.
Misalnya saja salah satu tulisan yang berjudul ‘Dijamin Paham, Ini 6 Cara Bermain Saham yang Pas Buat Investor Pemula.’ Lebih jelasnya, teman-teman bisa temukan di menu Smart Money, lalu pilih sub-menu Investasi. Sedikit banyak, tulisan ini memberikan tips sederhana namun aplikatif untuk diterapkan. Di antaranya sebagai berikut, (1) Pilih sekuritas dengan biaya transaksi kecil, (2) Jangan pelit tapi jangan kebablasan juga, (3) Pilih saham di indeks LQ45 atau IDX30, (4) Beli saham consumer goods, (5) Kalau rugi, lakukan averaging down, dan (6) Tips investasi saham jangka pendek dan jangka panjang.
Berkat memiliki panduan asyik berinvestasi dan bisa diakses dalam genggaman, secara tidak langsung saya jadi semakin termotivasi untuk menerapkan sedikit banyak ilmu soal literasi keuangan. Misal, saya jadi lebih memilih menunda pembelian sebuah barang jika itu hanya untuk memenuhi kepuasan konsumtif saja, saya jadi ingat untuk investasi buat masa depan, saya jadi ingat agar uang harus dikelola sebaik mungkin, dan seterusnya. Tapi, rasanya masih kurang kalau hanya baca-baca di website Money Smart doang deh. Biar gak ketinggalan info lainnya, bisa juga teman-teman like fanpage Facebook-nya, follow akun Twitter-nya, dan follow juga akun Instagram dari Money Smart. Saya sampai bolak-balik stalkingnya, siapa suruh kontennya edukatif dan inspiratif! Banyak banget tips yang bermanfaat dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami tentunya.
So, saya setuju banget jika disebutkan bahwa Money Smart merupakan media online inspiratif guna mendukung hari esok yang lebih sejahtera. Melalui media online ini, kita berkesempatan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka-mereka yang bergelut di dunia keuangan. Bahkan tidak sedikit penulisnya merupakan pakar keuangan. Teman-teman yang punya gadget, jangan sampai ketinggalan untuk baca dan ikuti terus informasi dari Money Smart. Memang benar-benar, smart! Waaah, senang sekali teknologi digital semakin memudahkan kita dalam berbagai hal. Yuk, dimanfaatkan sebaik mungkin, ya! Gak bakal nyesel, deh! :)
-o-0-o-
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #MoneySmartMenginspirasi yang diselenggarakan oleh Money Smart”


Durasi Baca: 5-7 Menit 
 “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” HR. Bukhari Muslim.
   Sepenggal hadits tersebut selalu menghidupkan hati dan menjadi peringatan bagi saya bahwa derajat kemuliaan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana dirinya bermanfaat bagi manusia lainnya. Pada hakikatnya, hidup adalah tentang memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. Semakin banyak memberi, semakin banyak kita menerima. Giving is rich and making rich. The more you give, the much more you receive. Sungguh beruntung, mereka yang dikaruniakan oleh Allah SWT dengan kelebihan, dan kelebihannya itu dimanfaatkan dengan baik untuk menolong orang sebanyak-banyaknya.
Ya, tolong menolong sudah menjadi bagian yang lekat dengan ajaran Islam, karena memang kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa lepas dari bantuan orang lainnya. Menolong orang lain adalah berbicara tentang investasi untuk menolong diri kita sendiri suatu saat nanti. Bukan, bukan maksud saya untuk mengajarkan berharap pamrih atas kebaikan yang telah kita lakukan. Namun, sudah menjadi janji-Nya bahwa perbuatan yang kita lakukan baik ataupun buruk, nantinya akan kembali lagi pada diri kita masing-masing.
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu juga untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra [17]:7)
Jadi, jangan pernah berpikir kalau sedekah itu rugi lantaran uang kita berkurang. Justru dengan bersedekah, rezeki kita ‘pasti’ akan kembali dalam berbagai bentuk, bahkan bisa jadi lebih banyak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan terus bertambah.”
 Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan.” (QS. Al-An’am [6]:160) 
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran).” (QS. Al-Baqarah [2]:261)
Memang benar, memberikan akan mengurangi sesuatu yang kita miliki. Sebab, kita terbiasa dengan perhitungan matematika konvensional. Kalau nasihat guru saya, sedekah itu hitungannya pakai matematika sedekah. Bedanya? Jelas beda.
Kalau hitungannya matematika konvensional, ketika punya uang 50 ribu lalu disedekahkan 25 ribu, maka uang kita menyisakan 25 ribu. Lain halnya kalau pakai hitungan matematika sedekah, 25 ribu yang kita sedekahkan tadi setidaknya berlipat ganda (minimal) 10 kali lipat menjadi 250 ribu. Jadi, uang kita sekarang bukan lagi 25 ribu lagi, melainkan 25 ribu + 250 ribu = 275 ribu! Ini baru minimal, maksimalnya? Tak terbatas, Bro!
Namun, jangan kecewa juga jikalau sudah sedekah tapi tak kunjung terasa hasilnya. Ada hal lain yang perlu disikapi dengan lebih bijak, bahwasanya balasan sedekah tidak melulu materi atau uang lagi. Bisa jadi Allah SWT menggantinya dengan nikmat kesehatan, kelimpahan prestasi dan karir, keberkahan umur, kebahagiaan keluarga, hingga kelapangan hati yang semua itu tidak bisa dibeli oleh uang.
Kebaikan itu Menular
“Sekecil apapun sebuah kontribusi, kebaikan tetaplah kebaikan.”
Sekiranya, semangat ini yang coba kami (saya dan rekan-rekan seperjuangan) bawa ketika masa kampanye pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM, Oktober 2018 silam. Karena sekecil apapun kebaikan itu, kami yakini bisa jadi hal tersebut yang kemudian menuntun orang lain melakukan hal serupa atau bahkan lebih besar.
Dalam setiap proses kampanye, saya dengan senang hati selalu menyampaikan, “Jika ada kebaikan yang kami sampaikan, tolong jangan sampai kebaikan itu berhenti hanya pada diri teman-teman. Kami yakin, jika memang ada satu kebaikan. Maka kebaikan itulah yang akan menular ke sepuluh kebaikan lainnya, lalu semakin banyak lagi lima puluh, bukan tidak mungkin sampai seratus orang yang merasakan efek kebaikan tersebut.”
Hingga, pada satu waktu seorang adik tingkat yang tengah mencalonkan diri juga sebagai Ketua BEM di tingkat fakultas mengajak berbincang. Kami membuat janji temu di salah satu tempat makan. Bakso pilihan kami saat itu. Lebih kurang dua jam berbincang, membicarakan banyak hal seputar pikir taktis, langkah strategis, hingga utamanya keorganisasian.
Akhirnya, kami memutuskan untuk membayar terlebih dahulu. Namun, ketika saya hendak membayar ternyata sudah lebih dulu dibayarkan oleh adik tingkat saya itu. “Gapapa, Kang. Kata akang kebaikan itu menular, Kan? Nah, paling tularkan aja ke teman dari Solo yang mau akang temuin habis ini.” katanya bulat. Tanpa panjang lebar, saya laksanakan amanah adik tingkat saya itu untuk membayari kawan saya makan.
Malamnya, setelah bertemu adik tingkat serta kawan dari Solo, pergilah saya pada malam keakraban terakhir daripada kepengurusan BEM di fakultas saya, pertanian. Sampai pada sesi yang mempersilakan saya berbicara. Saya ceritakan kepada mereka yang hadir, kisah kebaikan yang saya alami ketika sore harinya. Saya pesankan kepada mereka dengan ajakan yang sama, tularkan kebaikan.
Singkat cerita, berselang lima bulan dari kejadian tersebut, saya diundang menjadi salah satu pembicara di sebuah kegiatan yang mana ketua pelaksananya adalah salah satu anggota saya di BEM dulu. Ketika sesi diskusi tiba, bukan bertanya dia malah bercerita bahwa setelah mentraktir temannya makan es krim, kebaikan itu lantas ditularkan si temannya untuk mentraktir temannya yang lain lagi. Di situ saya merasa terharu. Sungguh terenyuh. Sepintas terdengar sederhana, tapi bagi saya luar biasa dampak daripada kebaikan yang menular itu.
Jadi benar, kebaikan itu menular, maka tularkan. Hingga akhirnya membentuk sebuah rantai kebaikan, lebih jauh lagi menjadi investasi yang berlipatganda nilai kebaikannya. Mari kita sebut itu investasi kebaikan. Mari berinvestasi, selamat menularkan kebaikan!
Kemudahan Berbagi Kebaikan
Pada dewasa ini, mungkin kita sudah tidak asing dengan iklim yang saling berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Terlepas untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang lain. Nah, berikut ini tiga tips mudah yang bisa kita lakukan ketika hendak memulai suatu kebaikan. Apa saja? Check this out!
1.      Tanamkan Niat dan Empati
Hal ini bisa kita mulai dari langkah sederhana, namun berimbas begitu besar. Iya, Niat. Sesederhana niat yang selalu harus diperbaiki tiap harinya. Dalam hal berbagi kebaikan ataupun sedekah, pastikan niat kita juga lurus karena-Nya. Dengan begitu, secara tidak langsung kita sudah turut melatih menanamkan rasa empati kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan bantuan kita.
Doc. Dompet Dhuafa
2.      Sedekahkan Sebagian Uang
Sebagaimana yang sudah dituliskan sebelumnya, bahwasanya dengan bersedekah atau berbagi tidak lantas mengurangi apa yang kita miliki melainkan membuatnya malah bertambah. Begitupun harta yang kita miliki. Mengutip apa yang pernah dikatakan Soe Hok Gie, “Kita yang merasakan pendidikan tinggi adalah segelintir orang yang beruntung. Mereka di luar sana yang tak bisa merasakan adalah tanggung jawab kita.” Artinya, apa yang kita miliki saat ini ada hak orang lain juga, yaitu mereka yang kurang mampu.
Di era teknologi yang berkembang semakin pesat ini. Sangat memungkinkan memberikan berbagai kemudahan dalam berbagi kebaikan. Termasuk kemudahan dalam bersedekah yang tak mengharuskan kita beranjak ke luar rumah. Kita mengenalnya dengan donasi online.
Doc. Dompet Dhuafa
Kabar baiknya, kemudahan donasi tersebut difasilitasi oleh Dompet Dhuafa. Sebuah lembaga filantropi islam yang sumber dananya dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta dana halal lainnya. Kabar baiknya lagi, saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi Penerima Manfaat dari program Dompet Dhuafa, yaitu Bakti Nusa atau Beasiswa Aktivis Nusantara di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan. Alhamdulillah, begitu banyak manfaat yang bisa saya rasakan dan dapatkan dari program tersebut. Semoga Allah merahmati orang-orang yang berjuang keras di dalamnya. Aamiin.
Sejak kali pertama didirikan, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya membangun bangsa Indonesia untuk lebih maju dengan berkhidmat pada kegiatan filantropis (kemanusiaan) dalam memberdayakan kaum dhuafa.
Bagi teman-teman yang ingin ikut serta dalam misi kebaikan tersebut, Dompet Dhuafa telah menyediakan berbagai pilihan layanan untuk menyalurkan donasi melalui: (1) Kanal Donasi Online (2) Transfer Bank (3) Counter (4) Care Visit (Meninjau Langsung Lokasi Program) (5) Tanya Jawab Zakat (6) Edukasi Zakat, dan (7) Laporan Donasi.

Dok. Pribadi
3.      Berbagi Ilmu atau Saran
Terakhir, bukan berarti paling sedikit nilai kebaikannya. Bisa jadi ini akan menjadi sebuah ladang amal yang luar biasa jika konsisten dilakukan. Berbagi tidak melulu soal harta, sepakat? Saya sepakat.
Kita sangat bisa membagikan sedikit ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Jangan pelit-pelit untuk berbagi ilmu dengan orang lain. Selama ilmu tersebut diaplikasikan secara kontinu, maka pahala kebaikannya akan mengalir terus ke orang yang telah membagikan ilmunya.
Sharing is Caring. Beberapa dokumentasi ketika diminta untuk berbagi ilmu.
Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain? Harapannya, kita tidak pernah puas untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Semoga kita diberikan kelapangan hati untuk selalu siap menolong dan memberikan manfaat kepada orang lain. Terlepas dari lingkup yang kecil dari keluarga, hingga lingkup yang lebih besar yaitu agama, bangsa, dan negara.
Gimana? Berbagi itu mudah, bukan?
-o-0-o-
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”


Iklim di Indonesia memasuki musim hujan terhitung semenjak bulan September 2016. Cuaca menjadi sedemikian tidak menentu dalam waktu sekejap. Mulanya panas menyengat, beberapa waktu kemudian hujan mengguyur. Mungkin bukan saya saja yang merasakan, tetapi sahabat pembaca sekalian mungkin juga merasakan yang sama. Ciye perasaan yang sama (?)

Durasi Baca: 4-5 Menit

Menentukan penginapan ketika liburan ke Bali adalah hal yang sangat krusial. Sebaiknya jauh-jauh hari telah Anda lakukan, karena Bali selalu ramai dengan pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Disarankan Anda memesan hotel di website online travel agent terpercaya seperti Traveloka. Hal ini berguna untuk mempermudah akses mendapatkan penginapan sesuai keinginan dan kebutuhan wisata Anda.
Jika Anda merindukan penginapan yang menghadap langsung ke arah pantai dengan pemandangan eksotik, kelas eksekutif dan jaminan harga terbaik, Grand Inna Kuta bisa menjadi rekomendasi utama. Selain tempatnya yang bagus, lokasinya pun strategis dan dekat dengan objek wisata di sekitarnya.

Beberapa obyek wisata populer yang bisa Anda kunjungi antara lain:

Kuta Beach
Siapa yang tak tahu tentang pantai ini? Namanya sudah terkenal sejak dulu. Sampai-sampai banyak para seniman yang terinspirasi membuat lagu dari Pantai Kuta ini. Konon, semenjak tahun 1970, Pantai ini menjadi andalan di Pulau Bali. Terkenal dengan matahari terbenamnya menjadikan Pantai ini semakin diminati.
Sunset Beach: Wikipedia.org
Pantai Kuta ini juga menjadi pantai bersejarah karena menjadi pelabuhan dagang pada masa terdahulu. Seiring perkembangan jaman, Hugh Mahbett menulis sebuah buku yang berisi ajakan untuk menjadikan Pantai Kuta sebagai objek wisata. Dan menjelmalah Pantai Kuta seperti sekarang ini.
Bagi Anda yang suka surfing, ombak di Pantai ini cocok dijadikan untuk berselancar. Pantai yang dikenal dengan keindahannya ini akan memanjakan mata Anda dan beristirahat sejenak dari penatnya rutinitas kerja. Deburan ombak dan angin Pantai yang tenang juga menambah suasana liburan Anda semakin istimewa.
Soal makanan? Tak perlu khawatir, sepanjang Pantai berjejer menu makanan dari mulai resto hingga kaki lima. Anda akan menikmati Pantai dengan perut yang kenyang, apalagi sering kali tersedia minuman segar khas Pantai seperti kelapa muda, Travelling Goals banget kan ya?
Mengenai lokasinya, sangat strategis, terletak tidak jauh dari Grand Inna Kuta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jaraknya hanya 0.13 km saja dari Grand Inna Kuta. Hanya sepandangan mata. Menarik ya?

Kuta Art Market
Di sekitar Grand Inna Kuta terdapat Kuta Art Market. Tempat ini menjual berbagai suvenir dan kerajinan tangan khas Bali lainnya. Hal ini tentu cocok untuk dijadikan buah tangan. Disarankan jika Anda hendak menawar, berbicaralah dengan cara yang halus dan sopan. Biasanya para penjaga toko akan lebih respect pada karakter konsumen yang sopan. Dan ini merupakan trik tersendiri untuk mendapatkan harga yang lebih murah alias diskonan dengan sedikit usaha.
Kuta Art Market atau lebih dikenal dengan Pasar Seni Bali menyediakan pula barang-barang antik, kerajinan tangan bahkan produk import branded lainnya. Bagi Anda yang suka shopping, pasar ini merupakan surga tersendiri.
Lokasinya yang dekat dengan penginapan dapat membantu Anda untuk berjaga-jaga jika ada oleh-oleh atau titipan yang belum terbeli. Lokasinya hanya berjarak 0.19km dari Grand Inna Kuta.

Kuta Theater
Sebuah pertunjukan ilusi yang pertama dan satu-satunya di dunia. Kisah tentang legenda Bali yang memberi kesan menarik, unik, lucu serta sarat akan pesan moral. Sedikit clue tentang cerita ini, mengenai sebuah persahabatan tulus yang dipersembahkan oleh Ni Ulantari pada Gusti Atmaja. Isinya tentang pesan moral bahwa hanya orang yang benar-benar tulus yang akan merasakan kebahagiaan sejati.
Tarian Legong Dalam Pertunjukan Kuta Theater : loloroundtrip.blogspot.co.id
Theater ini cocok sekali bagi Anda penyuka seni, terutama seni drama. Dengan hanya membayar Rp85.000,- Anda akan terhibur oleh pertunjukan berkelas setara David Copperfield. Tempat ini adalah salah satu objek wisata yang harus Anda kunjungi. Jika tidak, siap-siap gigit jari ya! Pertunjukannya sendiri dibuka setiap hari (kecuali hari Rabu). Dan untuk waktu tepatnya adalah pukul 17.00 & 20.00.
Lokasinya sendiri terletak di lantai 2 Gedung Kuta Centre yang hanya berjarak sekitar 0.46 km dari Grand Inna Kuta. Strategis sekali bukan lokasi hotel ini? Dikelilingi oleh objek wisata menarik tentu merupakan nilai plus tersendiri. Harganya pun tak kalah menarik karena sebanding dengan kualitas dan fasilitas yang diberikan. Hanya dengan berjalan kaki berkeliling, Anda sudah bisa menemukan banyak objek wisata eksotik. So, pastinya liburan ke Bali akan sangat berkesan ketika Anda memutuskan untuk bermalam di hotel ini.

Nah, agar liburan Anda sukses menciptakan kebahagiaan, berikut ini ada sedikitnya 7 tips berlibur di Bali. Apa saja? Langsung aja, check it out!


Have fun and enjoy the joy of life! Semoga liburan Anda menyenangkan :)

Durasi Baca: 4-5 Menit

Pada dewasa ini, bisa dikatakan bahwa smartphone mengalami perkembangan luar biasa dalam kurun waktu yang relatif singkat. Hal itu disebabkan oleh persaingan para penyedia platform handphone yang berlomba-lomba melakukan inovasi untuk mengembangkan perangkatnya sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat terhadap brandnya. Misal, baru saja bulan ini membeli sebuah smartphone berbasis android jellybean, lalu dua bulan berikutnya android berbasis lollipop sudah dirilis saja. Pernah merasakan?
Sahabat pembaca sekalian merasa juga enggak, sih? Kalau sekarang ini tak jarang akan kita dapati orang-orang entah kapanpun dan dimanapun pasti menggenggam smartphonenya masing-masing. Baik itu untuk urusan pekerjaan atau hanya sekadar ber-medsos ria saja. Mau itu di rumah, kantor, tranportasi umum, pelataran jalan, bahkan sampai toilet sekalipun! Hahaha. Tetapi, bisa jadi juga nih kita sendiri termasuk ke dalam golongan orang-orang yang seperti itu.
Kalau sudah begitu jadinya tentu kita enggak mau dong smartphone kesayangan kita rusak? Enggak mau dong pekerjaan atau urusan medsos kita terhambat? Tenang, kita masih punya pilihan untuk menjaga kecantikan smartphone kita dengan melindunginya. Ya, melindunginya dengan 3 aksesoris yang akan saya ulas pada tulisan kali ini. Apa saja aksesorisnya? Yuk langsung di scroll down sedikit aja! :)

1.    Waterproof Case
Teruntuk kita yang suka berekreasi ke pantai atau ke kolam renang, atau di daerah kalian sedang musim hujan? Nah, ini dia salah satu pelindung smartphone yang tepat untuk dimiliki. Pelindung ini termasuk wajib hukumnya kalau kita ingin basah-basahan tapi tetap eksis di berbagai media sosial. So, kalau smartphone kita sudah menggunakan waterproof case ini, jadi kita bisa menggunakan smartphone tanpa takut rusak terkena air. Enak, bukan?
 
2.    Casing Handphone
Inovasi yang dilakukan oleh berbagai penyedia platform handphone memicu lahirnya bermacam-macam tipe smartphone. Mulai dari spesifikasinya yang semakin mutakhir sampai wujud nyatanya yang tersedia dalam berbagai ukuran. Jadi, ukuran satu smartphone dengan yang lainnya belum pasti sama.
Hal itu dibarengi pula dengan bermacam aksesoris dalam bentuk yang telah disesuaikan dan diperindah oleh warna-warna yang cukup eye catching. Aksesoris itu dikenal dengan case atau casing. Casing ini bisa berfungsi sebagai pelindung layar dari goresan, pelindung body handphone dari benturan, memberikan kenyaman ketika digenggam, sampai hanya sekadar agar terlihat lebih menarik dan trendi. Bahkan sekarang casing juga bisa dijadikan kaca untuk mengaca loh hahaha.
 
3.    Screen Guard
Pelindung yang ketiga ini termasuk salah satu hal yang terkadang banyak orang mengabaikannya. Screen guard atau screen protector ini mampu memberikan perlindungan yang cukup efektif terhadap layar smartphonemu dari benturan baik benda tumpul maupun tajam dan juga dari berbagai goresan.
“Di, masa layar handphoneku pecah pinggir atasnya :(” suatu ketika pesan masuk ke ponsel saya.
“Loh, kok bisa?” balas saya mencoba aware.
“Pas aku lagi tidur semalam, handphonenya aku taruh di sampingku kan ya, mungkin kesenggol atau gimana terus jatuh, pecah deh. Mana belum pakai screen protector lagi. Untung pinggirnya doang.”
“Pecahnya banyak atau sedikit mana ada yang untung hahaha” canda saya.
Nah, sahabat pembaca sekalian tentu enggak mau smartphonenya tertimpa kejadian yang sama dengan apa yang telah saya ceritakan, bukan? Oleh karena itu, screen guard termasuk penting untuk melindungi layar smartphone kita. Setidaknya, kalau pun terbentur atau tergores makan yang harus diganti adalah screen guardnya, bukan layarnya. Pilih ganti layar atau ganti screen guard, hayo?
 
Kalau kalian langsung berpikiran untuk mencari dan menggunakan screen guard, bisa langsung saja klik “Screen Guard HP MatahariMall.” Kenapa harus di MatahariMall? Coba saja lihat sendiri dan ketikkan “Screen Guard HP MatahariMall” pada kolom pencarian kalian, kalau kalian tergiur itu di luar tanggung jawab saya hehehe.

Sebenarnya masih banyak aneka pelindung smartphone kalau kita mau mencarinya. Beberapa foto aksesoris di atas boleh saya ambil langsung dari website Mataharimall. Duh, saya sendiri tergoda sekali rasanya untuk beli aksesoris pelindung di sana. Jadi, yuk cari aksesoris pelindung untuk smartphonemu!