Source image: Flickr.com

Durasi Baca: 4-4 Menit

Rintihan air itu terus turun perlahan lalu membasahi aspal, rerumputan, tanah, atap-atap gedung dan membungkus seluruh kota Paris menjadi serba basah.  Menyenangkan. Membuat suasana di luar terlihat damai dan tentram. Kota ini seolah diguyur oleh air yang begitu saja dituang dari langit. Ketukan-ketukan halus terdengar dari setiap rintik air yang menyentuh jendela kaca di depanku.
Aku menghela nafas panjang, Pelan jemariku menyentuh permukaan kaca yang berembun. Hawa dingin segera menjalar menyusuri seluk-beluk organisme yang ada  hingga sampailah pada lubuk hati yang paling dalam. Membuat seluruh perasaanku beku tak berdaya. 
            Jalan-jalan yang basah. Rumah-rumah dan bangunan dengan tekstur kebarat-baratan habis disepuh air hujan. Taman-taman yang menjelma bak permadani di taman surga, menampakan sirat air mancur yang cukup indah. Air yang memancar keatas, dan turun lagi ditemani rintik air hujan. Dan, pesona juwita muka gadis-gadis yang berjalan diseberang jalan dengan payung yang beranekaragam warnanya. Membuat kota terlihat lebih indah dengan warna-warninya.
 Sudah tiga jam ini hujan turun tiada henti. Wajar, karena memang sebulan terakhir kota Paris ini tak dihampiri oleh hujan. Pohon-pohon ontario di kanan-kiri jalan yang biasanya rimbun kini tinggal hanya beberapa saja yang dibalut air hujan. Pohon-pohon ontario itu tampak pasrah akan kebesaran Tuhan yang mengatur seluruh alam semesta. Dalam diam pohon itu menyerap air hujan untuk melakukan pertumbuhannya. Angin dingin terus menghembus perlahan dari arah utara ke arah selatan yang diikuti oleh air hujan. Angin itu menerobos pintu rumahku dan menusuk tubuhku hingga pori-pori yang paling dalam. Memakai satu pakain tebal saja tidak cukup bagiku. Apalagi musim dingin nanti. Dingin sekali pastinya. Membutuhkan dua atau tiga pakaian tebal.
Tak jauh, tampak Menara Eiffel, menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia. Menara tertinggi kelima di Perancis dan paling tinggi di kota Paris ini. Menara yang dirancang oleh insinyur Gustave Eiffel ini konon telah dikunjungi lebih dari dua ratus jiwa sejak pembangunannya pada tahun 1889 dan menjadikannya monumen bertarif yang paling banyak dikunjungi. Menara ini setara dengan bangunan konvensional 81 tingkat. Petir menyambar. Membuatku terhentak kaget.
Rumahku sendiri berada di Barbizon Avenue, desa perancis dimana Sekolah Lukis Barbizon terletak. Jalan yang selalu riuh dengan lalu lalang para pejalan kaki dan lalu lintas mobil. Di seberang jalan berjejer rapih restoran khas makanan Prancis yang besar dan terbilang agak kuno. Lampu jaman dulu, meja dan kursi untuk para pelanggan yang ingin menyajikan hidangan diluar, dan karyawan-karyawan berseragam terlihat jelas dari sini.
Buku-buku tertumpuk beraturan diatas meja. Dan lampu portable yang lupa kunyalakan. Tanganku segera bergerak membuka layar Toshiba Notebook-ku yang berwarna hitam metalik. Sekedar berbincang-bincang lewat aplikasi messenger bersama karibku yang ada di Indonesia. Saling tanya kabar dan bertukar informasi. Untuk melepas jenuh juga.
Tingtungtingtung…bunyi bel pintu terdengar halus. Kuberpikir sejenak, siapa yang datang malam-malam seperti ini, hujan pula. Bergegas kubergerak menuju pintu, kuintip sedikit lewat lubang kecil yang memang dibuat untuk melihat siapa tamu yang datang berkunjung. Tidak terlihat jelas. Dua orang memakai jas hujan berwarna hitam. Lalu kubukakan pintu untuk mereka. Ya, tak salah lagi itu Adit dan Rangga. Mereka adalah teman-teman dekatku saat dibangku SMA.
Adit juga teman satu kampusku di Sorbonne, Universitas paling terkenal di kota Paris. Kami mengambil jurusan yang sama yaitu sastra. Dan saat ini kami tengah menjalani ujian akhir dan mempresentasikan skripsi yang telah kami buat dengan susah payah. Sedangkan Rangga kuliah di Universitas Negeri Paris atau Universite Paris Dauphine. Universitas yang paling terkenal dengan jurusan manajemennya. Dan saat ini Rangga sedang menunggu hasil ujiannya yang akan menentukan lulus atau tidak di program master ini.
“Ayo masuk.”
Adit dan Rangga pun masuk dan sibuk melepas jas hujannya masing-masing. Langsung duduk begitu saja tanpa kupersilahkan. Wajar. Memang itu sifat mereka sejak dulu. Belum berubah hingga sekarang.
“Ada apa kalian main ke rumahku malam-malam begini? Tumben sekali.”
“Haha, kebetulan aku dan Rangga habis dari taman dekat Istana Sceaux Dik. Saat kita dijalan pulang, tiba-tiba saja hujan semakin deras. Kebetulan tak jauh dari sana ada rumah kamu, jadi kita main saja sebentar, sekalian berteduh juga sampai hujan agak reda, hehe”
“Oalah, ada-ada saja kalian.”
Suasana hening sejenak. Hanya Rangga yang sibuk sendiri memakai sweater-nya.
“Ngomong-ngomong ngapain kalian berdua pergi ke taman?” tanyaku memecah keheningan.
“Sekedar cuci mata saja Dik. Daripada aku pergi sendirian, gak ada teman yang bisa diajak ngobrol, aku ajak saja si Rangga.”
“Ohh…oiya, kalian mau minum apa nih? Cappucino hangat mau?”
“Ahh, tak usah repot-repot Dik. Kita hanya sebentar saja kok.” Sahut Adit.
    “Sudah tidak apa-apa. Aku malah senang kok kalian main ke rumahku. Menghapus kesepian seketika. Aku juga ingin berbincang-bincang dulu dengan kalian. Kubuatkan cappucino hangat dulu ya!”
Tanpa memperdulikan apa jawaban mereka, langsung kubergegas menuju dapur dan membuat tiga cangkir cappucino hangat. Untuk memastikan enak atau tidaknya, aku hirup saja sedikit. Sluuurp. Mantap!!!
“Hey, ayo diminum dulu cappucino hangatnya”
Dengan cepat mereka menyambar cangkir-cangkir cappucino hangat yang kubuat itu. Sluuurp. Cukup untuk menghangatkan tenggorokan dan melepaskan rasa dahaga seketika.
“Aku jadi teringat saat kita masih SMA dulu Dik”
“Aku juga Dit, kangen sama anak-anak The Rainbow”
“Hahahaha” Kami tertawa bersama.
“Bagaimana ya keadaan mereka sekarang? Keadaan Cinta? Keadaan Hasan? Keadaan Widya? Keadaan Kenzie? Keadaan Amel? Keadaan Fira? Keadaan bang A..a..arya?” Tanya Rangga tentang kabar anak-anak The Rainbow yang tiba-tiba saja tertunduk pada saat menyebut nama bang Arya.
“Ahhh, sudah Ga, lupakan lupakan!” Kata Adit sambil menepuk bahu Rangga. Mungkin Rangga lupa  bahwa bang Arya telah tiada. Karena memang bang Arya adalah kakak kandung Rangga sendiri, yang selalu perhatian dengannya.
“Tadi Kenzie menyapaku di messenger, Senang sekali dia sekarang. Dia baru saja lulus dari program master jurusan MIPA di University College London. Rencananya dia ingin langsung pulang ke Indonesia, tak sabar berjumpa dengan keluarga katanya” Gumamku sekedar memberi kabar.
“Wah, makin sukses saja dia” Ujar Adit.

Bersambung...

Sumpah, kejadian ini kocak banget buat gua, haha.
Oleh karena itu gua jadiin bahan postingan, haha.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 5 Juni malem pas gua mau ke warnet ama pikri abdul azis.

Jadi gini...
sebelum isya gua udah nge rencanain mau ke warnet ama pikri. dari pada bosen di asrama masih sepi banget. akhirnya setelah sholat isya gua jalan dah ama pikri berdua dua an.hahaha. udah gitu gua mutusin buat jalan ke bohlamnya naik ojek. pas di ojek pikri bilang gua.

"di, lu bayarin ongkos pergi, gua pulang, skarang gua lagi kgak ada recehan nih"
"oke dah" jawab gua.
Gua bayar ojek dengan selembar uang 5000 ribuan. dan pass!!haha. abis itu gua naik angkot dah sekali. sambil nunggu nyampe di tempat gua nyiapin duit dulu buat bayar angkot berdua ama pikri. gua ngeluarin slembar duit 5000 bergambar tuanku IMAM BONJOL. hahay.

Pas udah sampe di tempat gua pun turun dan si pikri juga turun dan ada satu orang lagi yang turun di belakang pikri. gua kasih tuh selembar uang 5000 bergambar tuanku imam bonjol nya. seharusnya kan kembali seribu yak. entah tau kenapa atau mungkin abang nya buru buru atau bisa aja karena gelap, abang angkot nya nge balikin lagi 5000 RUPIAH. dengan rincian 2000 nya ada dua, 1000 nya ada satu. hahaha. GRATIS gua naik angkot!!! udah gitu ketawa ketawa gua ama pikri. hahahaha. kocak banget!

Lelah yang kurasa
Menyimpan emosi yang tak kunjung reda 
Batinku menangis
Jiwa dan raga ikut terluka

Aku tak mengerti arti rasa ini
Ku tanyakan pada indahnya langit
Sang langit hanya mampu membisu
Ku tanyakan pada eloknya pelangi
Sang pelangi juga tak menjawab

Sungguh ku tak mengerti
Harus ku bertanya pada siapa lagi
Ku coba tanyakan pada lirih hati dalam diam
Sang hati menjawab
Itulah, cemburu



 Nah, ini puisi buatan gue sendiri nih
Gue buat dengan susah payah
Dari abis isya ampe jam sepuluh malem
Bingung milih katanya
Hampir putus asa
Wajar, baru belajar
  

NASKAH ASLI
  

Hahahaha
Terima kasih kepada:

Yang telah memberikan komentarnya
Dan juga

Yang telah memberi semangat, masukan, dll.


Jadi di postingan kali ini gue mau cerita tentang Pesan Singkat Salah Alamat yang datang tak di undang ke hape gue.hahaha. penasaran??? baca deh postingan ini.


Kejadian ini sudah cukup lama Minggu pagi, 3 April 2011

Pukul 08:38 tepat sebuah sms masuk ke hape  gue, dan nomernya itu gue gak kenal.


"Besok jadi kan? gue tunggu di sensi"


Dengan bingungnya gue mikir, janjian sama siapa gue ke sensi. sempet sih kepikir dalam pikiran gue untuk nanya "ini siapa???". tapi gue mikir dua kali. kalo di kerjain seru juga nih.hahaha. akhirnya sms tadi gue bales.

"oke oke, jadi  kok"
"ohh iye iye, lagi di jalan gue, ngisi bensin bentar ya gue"

Lagi lagi gue mikir, katanya besok? tapi sekarang udah di jalan.*dodol banget.hahaha. akhirnya gue bales lagi tuh sms.

"lu cepetan napa! lama  banget dah"
"kagak bisa ngebut gue, ntar mobil gue lecet men,, bentar lagi nyampe kok gue"
"oke oke, cepetan dah!gue udah di dalem nih"

wew,laga nya "ntar mobil gue lecet men".hahaha. boleh juga gayanya *gue suka gaya lo!.hahaha. sayang banget sama mobilnya gitu, sampe takut lecet. akhirnya dia nge bales.

"lah,lu dimana sekarang???"
"gue di foodcourtnya, lu kesitu aja, gue make baju pink rok putih" bales gue.ckckckck.
"kagak, pake sepatu warna apa? lagi duduk dimana?"
"sepatu warna putih juga,gue duduk di pojokan"
"ama siapa duduknya???"
"sendirian"
"tapi kagak ada orang di pojok"
"gue aje ngeliat lu, gue aje dah yang nyapa lu"
"tapi kagak ada yang nyapa gue"

Hahaha.ini orang ya, bingung gue. sebenernya siapa sih yang di kerjain? gue apa ni orang?. gue iseng aja ngaku ngaku jadi cewe.hahay. make baju pink rok putih lagi.wew.

Dan gak lama ini gue tau itu nomer siapa, ternyata itu nomer temen gue. namanya JABA.hahaha. ada ada aja dah tuh orang.

Mmm, ada lagi nih SMS NYASAR yang dateng ke hape gue kagak make salam.haha.


"ini numb'a ka aldi bukan?"
"iya, siapa nih?"
"anak kelas 7-2"
"7-2? kenapa? ada apa?
"cuma mastiin nomer doank ko' ka..."
"ohh, ini siapa sih? cewe cowo?
"anak 7-2, cewe...ni syapa?"
"aldi, cewe?"
"ya"
"ini siapa?"
"dikata anak 7-2, ett dah ya..."
"namanya siapa?"
"eka"
"eka?"
"eka syahfitri anak 7-2"
"skolah mana?"
"mtsn 32"

Gubrak!.hahaha.namanya sih udah bener ka aldi. tapi salah orang.bkakakakak. gue bingung, soalnya setau gue al kahfi *sekolah gue, kelas 7-2 itu cowo, ini malah cewe, gimana gak bingung coba.



ada ada aja ya jaman sekarang.ckckckck.



Menatap mendung lembayung senja
Membuka mata hati
Meyakini langkah kaki
Menyusuri sebuah jalan yang panjang
Yang mungkin tak pernah berujung

Jalan itu berbatu
Penuh cadas dan lika liku
Mencerminkan hari hariku saat ini
Yang di penuhi berbagai rintangan hati

Aku mulai membuka mata
Melirik setiap insan di dunia
Ketika aku mulai tersadar
Betapa kehadiranku sangat di harapkan

Insan insan itu berlari ke arahku
Menjabat tanganku dengan eratnya
Tersenyum ramah menyapaku
Merekalah yang menemani hari hariku
Mengobati luka hatiku
Mengisi ruang terhampa hatiku



Ahahahaha
Gimana? Keren gak?
Asal lo tau ya,
Ini buatan temen gue nih
Namanya, Nana


Mau tau gimana sih kelakuan anak anak detik detik sebelum UN?
Simak baik baik nih postingan...


1 Bulan sebelum UN...
Anak anak masih pada nyantai baratoktok, serasa UN tuh gak ada. ada yang pulanglah (entah itu alesannya apa). pokoknya masih aja main main (bukannya belajar,ckckck). trus, banyak banget kata kata " masih sebulan lagi elah..." kalo ngga " masih lama gini...". orang orang kayak gini nih biasanya udah yakin dapet nilainya gede, haha (biarkan sajalah...).

3 Minggu sebelum UN...
Disini baru dah, timbul rasa kesadaran dikit demi sedikit, kita, se-Angkatan, melakukan puasa daud. wew...(pada kesambet apaan nih??? haha...). puasa sih puasa, tapi ada juga yang gak puasa, puasa sih puasa, tapi tetep aja maksiat jalan. madol lah (alah...ada ada aja dah tuh anak...).

1 Minggu sebelum UN...
Pas pas an sama UN SMA, anak SMA udah di medan perang sedangkan kita masih harus berjuang. di satu minggu PRA UN ini nih, semuanya jadi serba seminggu lagi dah. (maksudnya serba seminggu gimana noh???). jadi gini nih, misalkan, ada gelas pecah, piring ilang, sendal di ghoshob, semuanya pada bilang "TINGGAL SEMUA LAGI ELAH".ckckckckck. kocak gue dengernya.

3 HARI sebelum UN...
Nah, disini nih, anak anak kelas 12 kan udah pada selesai UN. udah merdeka noh. jadi udah bisa ngatain adek kelasnya yang kelas 9. kayak gini nih, waktu itu kan gue lagi belajar di luar kelas sama temen temen. abis itu anak kelas 12 lewat, mereka abis makan makan di rumah mudir. sambil lewat depan gue ama anak anak ada yang bilang kayak gini : haduuuuuh...kenyang kenyang" ada juga yang bilang kayak gini "jahhh lagi pada ngapain nih??? belajar??? yahhh...jaman belajar...". mentang mentang udah pada selesai UNnye. udah bisa dah ngomong kayak gitu.


15 MENIT sebelum UN...
Kami semua berkumpul, bersatu padu untuk menyatukan hati, menyatukan pikiran dan tunduk sepenuhnya kepada yang maha kuasa, meminta untuk di beri kemudahan, di beri kesuksesan, di beri kemenangan, di beri hasil yang terbaik, dan di beri tempat pensil (*loh??? kok tempat pensil sih???). hahaha. salah salah. dan di pertemukan di panggung WISUDA. amin.


Dengan tampang yang beda beda, kita semua masuk ruangan dan ngerasain yang namanya UN SMP.hahahaha.*cacat