Satu Bulan Penuh Makna
Durasi
Baca: 3-4 Menit
Padat.
Kiranya
itulah satu kata yang dapat menggambarkan serangkaian aktivitas saya selama
sebulan ini. Semenjak kali pertama memasuki kuliah semester dua terhitung
tanggal 15 Februari 2016 lalu hingga hari ini, bersamaan dengan postingan ini dipublikasikan.
Benar
saja, ketakutan saya sebelum liburan semester usai lalu akan tidak bisa mempublikasikan
tulisan secara rutin di web ketika telah kembali menjalankan aktivitas akademik
itu benar-benar terjadi. Meskipun pekan-pekan awal masih bisa diusahakan untuk
terus konsisten mempublikasikan tulisan, namun terbilang hampir sebulan ini tak
ada postingan baru yang bertambah pada web ini.
![]() |
schedule board di salah satu sudut kamar kost |
Sibuk.
Hal tersebut bisa terlihat dari schedule board saya di atas.
Sibuk
rapat sana sini. Sibuk mengerjakan tugas kuliah. Sibuk wawancara. Sibuk menjual
danusan. Sibuk organisasi. Sibuk membuat tulisan. Sibuk masa orientasi jurusan.
Sibuk lain-lainnya. Sepintas terbayang seperti sibuk sekali setiap harinya –meskipun
pada kenyataannya memang seperti itu. Namun bagi saya pribadi, sibuk di sini
bukanlah sebuah ke sok sibukan cuma-cuma melainkan kesibukan lain yang
bisa dibilang lebih bermakna, lebih mendatangkan kebermanfaatan, menjemput
banyak pengalaman serta pelajaran hidup.
Selama
satu bulan kemarin, pundak saya diamanahkan dengan lima amanah yang
berbeda-beda. Tentu amanah tersebut datang tidak dalam satu waktu tetapi secara
berangsur-angsur. Harapannya, pundak ini dikuatkan agar semua amanah yang telah
dipercayakan kepada saya itu bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
Karena saya yakin, amanah tidak akan salah memilih pundak.
Salah
satu kabar baiknya, satu dari lima amanah tersebut telah selesai terlaksana
pada 12 Maret 2016 lampau. Di mana saya sendiri yang berperan sebagai ketua
pelaksana dari acaranya. Faperta Juara (FJ). Sebuah acara tingkat fakultas guna
menggali, menampung, membangun serta menyalurkan aspirasi-aspirasi mahasiswa
fakultas pertanian untuk menghadapi Program Kreativitas Mahasiswa – Karya Tulis
(PKM-KT) yang rutin diadakan oleh DIKTI setiap tahunnya. FJ ini sendiri terbagi
menjadi dua rangkaian acara, seminar dan lomba PKM-KT.
Hal
yang membuat saya senang adalah ketika acara tersebut cukup mendapat respon
positif dari berbagai pihak. Saya beserta tim yang sedari Desember 2015 telah
terbentuk ini bersyukur sekali akan respon baik tersebut. Setidaknya, jerih
payah kami selama beberapa pulan tersebut dihargai. Semoga bisa menjadi
pelajaran bagi empat amanah selanjutnya agar lebih baik lagi.
Setelah
rapat sana sini selesai. Setelah tugas ini itu selesai. Setelah acara demi
acara terlewati. Setelah diterima perhimpunan ini itu selesai. Setelah satu
kesibukan selesai, saya percaya akan lahir aktivitas baru. Kesibukan baru yang
bisa menjadi pembelajaran selanjutnya.
Saya
sendiri merasa cukup banyak makna yang saya dapat selama satu bulan ini. Banyak
buah pelajaran yang bisa dipetik hikmahnya. Hal yang mungkin tidak akan saya
rasakan jika amanah-amanah tersebut bukan ada pada pundak saya. Hal yang
mungkin akan membuat jalan cerita hidup saya berbeda dari apa yang saya rasakan
sekarang ini.
Salah
satu pelajaran yang harus saya sadari adalah pentingnya menjaga diri sendiri. Karena
bersamaan dengan ditulisnya postingan ini saya sedang mengalami penyakit tifus.
Saya sangat bersyukur karena ternyata masih banyak orang yang peduli terhadap
saya. Mereka menjenguk saya. Mereka mendoakan akan kesembuhan saya. Mereka menantikan
kembalinya diri saya yang sehat.
Karena
dibalik semua kesibukan tersebut Mami saya selalu berpesan, “Gimana kamu mau urus
orang lain sedangkan diri kamu sendiri aja gak diurus.” Sebuah nasihat yang
dampaknya kini sedang saya rasakan. Kalau dipikir lagi secara saksama, nasihat
tersebut memang benar adanya. Jika memang aktivitas sedang padat-padatnya, maka
menjaga diri sendiri merupakan aspek yang terpenting ketika itu juga. Kalau
bukan diri kita yang menjaga diri sendiri, siapa lagi?
Sungguh,
satu bulan yang penuh makna.
26 comments: