Baca Buku Yuk Biar Menawan!
Durasi
Baca: 10-10 Menit
Assalamualaikum
and Hello people!
Mungkin dengan
mengawali tulisan kali ini dengan sebuah pertanyaan akan menjadi jawaban
mengapa tulisan ini terlahir. Pertanyaannya, menurut kalian apa definisi dari ‘menawan’?
Apakah dengan memiliki tampang ganteng dan cantik jelita? Apakah harus
berpenampilan elok bak seorang pangeran? Atau, memiliki rona senyum indah ala
Raisa?
Memang, anggapan itu enggak
ada salahnya apabila hal-hal tersebut yang menjadi parameter sebuah penilaian
terhadap menawan atau tidaknya seseorang. Tetapi, pada tulisan kali ini saya ingin
mengulas lebih dalam lagi yang lebih menawan daripada tampang, tampilan, dan
senyuman.
Sebutlah ia buku.
Nah, berikut ini ada
lima manfaat baca buku yang dikemukakan oleh Raphael Lysander.
1.
Membaca dan Kesehatan.
Ternyata,
membaca hanya dalam kurun waktu enam menit pertama saja itu sudah memiliki
dampak yang baik bagi kesehatan tubuh kita, seperti membuat detak jantung kita bekerja
normal, meregangkan otot-otot yang tegang, menenangkan pikiran, serta
mengurangi rasa stress yang melekat saat itu. Selain itu, dengan membaca buku
pun membuat kita lebih sehat 54 persen berbanding 44 persen daripada mereka
yang enggak gemar membaca buku.
2.
Membaca dan Otak.
Apa
kaitannya membaca dengan kemampuan otak kita? Banyak sekali kaitannya, seperti
otak akan menyimpan lebih banyak lagi kosakata baru yang menjadikan
perbendaharaan kata kita semakin banyak, stimulan memori yang efektif,
kemampuan akan analisis dan fokus kita terhadap sesuatu meningkat, kemampuan
komunikasi yang lebih baik, serta risiko demensia lebih rendah.
Nah, demensia
atau yang lebih dikenal sebagai alzheimer ini dapat menyebabkan berkurangnya
kemampuan otak kita dalam berpikir, mengingat, juga mengkoordinasikan berbagai
macam aktivitas. Duh, saya sih enggak mau deh mengidap alzheimer, kalian juga
jangan sampai deh ya. Masih enggak mau baca buku? Eits, masih ada
manfaat selanjutnya nih. Lanjut yuk!
3.
Membaca dan Kesuksesan.
Berdasarkan
studi pustakanya Raphael Lysander ini, orang yang suka baca buku itu lebih
melek huruf sehingga besar kemungkinan mereka akan dipekerjakan sekaligus
mendapatkan upah yang lebih tinggi.
Tentu
saja buku bisa menjadi guidebook buat kita dalam banyak hal. Pernah
membaca buku Studentpreneur Guidebook-nya Arry Rahmawan yang mengupas
bagaimana cara menjadi mahasiswa sekaligus pengusaha? Atau pernah baca novel
Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah-nya Tere Liye yang di sana terdapat Borno sebagai
tokoh utama sedang belajar tentang mengemudikan sepit lewat sebuah buku guidebook
mesin? Saya sih pernah, dong! Suka banget sama kedua buku itu. Rekomendasi
untuk dibaca deh!
4.
Membaca dan Anak-anak.
Dalam
dunia seorang anak, membaca tentu dapat mempengaruhi wawasannya secara
signifikan seperti membentuk kepribadiannya, menemukan identitas budayanya, meningkatkan
kepekaan anak terhadap seni dan keindahan hingga menjadikan salah satu cara
efektif untuk memanfaatkan perubahan sosial di sekitar.
5.
Membaca dan Lainnya.
Selain
keempat manfaat yang telah dipaparkan tadi, memiliki kegemaran membaca ternyata
juga berdampak pada hal lainnya seperti kita menjadi lebih berempati terhadap
sesama. Dengan begitu, mudah bagi kita untuk memahami perasaan serta pikiran
orang lain.
Tentu masih banyak
sederet manfaat yang bisa dipetik dari membaca buku. Gimana? Masih mikir-mikir
untuk mau baca buku? Atau jangan-jangan kita sudah menjadi bagian dari mereka
yang candu akan buku? Berikut ini ada sedikitnya lima tanda yang menjadi
indikasi bahwa kita seorang pecandu buku atau bukan. Mari kita cek. Markicek!
1.
Semakin tebal, semakin bagus.
Tanda
yang pertama adalah jika sebuah buku semakin tebal wujudnya, maka sempurna
sudah buku tersebut buat kita jadi melting ingin segera memilikinya dan
ingin cepat-cepat bisa menyelesaikannya. Biasanya, tebal-tebal gini mah idaman
para kaum wanita nih, tebal dompetnya maksudnya.
![]() |
Semakin tebal, semakin bagus. |
2.
Buku yang jadi juaranya.
Pada
zaman sekarang ini, seringkali kita dikejutkan dengan beberapa hal heboh yang
menggemparkan media massa dan dunia maya. Mau lagi heboh booming film
ini, heboh menariknya game itu, heboh kasus si anu. Juaranya, tetap buku
dong pastinya.
![]() |
Buku yang jadi juaranya. |
3.
Rasanya bak kehilangan seorang kekasih
ketika sudah selesai baca sebuah buku.
Mula-mula
jatuh cinta sama cover bukunya. Langsung dibeli. Pas dibaca, eh jatuh cinta
sama isinya. Pertengahan buku, masih aman. Udah mau akhir-akhir, mulai panik.
Udah habis halamannya, sedih deh. Padahal ceritanya lagi klimaks-klimaksnya. Ibarat
menjalin hubungan dengan kekasih, lagi sayang-sayangnya, eh diputusin. Pasti
sedih kan ya. Sekian.
![]() |
Rasanya itu seperti kehilangan kekasih. Hiks. |
4.
Membawa amunisi ketika liburan.
Musim
liburan pasti salah satu hal yang sangat dinanti-nanti nih bagi semua orang.
Ketika sudah tiba waktu liburan, tak peduli akan berlibur kemana, berapa lama,
dan sama siapa. Amunisi yang satu ini wajib kudu mesti dibawa bagi
pecandu buku. Eits, amunisi yang
dibawa bukan bom kok, santai.
5.
Terlelap tidur bersamanya.
Sekuat
apapun mata memaksakan untuk membaca, kalau rasa kantuk lebih kuat menyerang
pasti akan berujung pada ketiduran. Bobo cantik kalau kekiniannya. Bedanya,
bobo cantiknya pecandu buku itu masih sambil menggenggam buku.
Dari
lima tanda-tanda tadi, ada yang merasa nyerempet di salah satu poinnya kah? Atau
malah di setiap poinnya merasa? Kalau begitu, selamat kamu seorang book
addict yang telah lama dicari! Jadi, kapan aku bisa ke rumah? (loh?)
Lima
manfaat baca buku, udah. Lima tanda-tanda pecandu buku, udah. Apa selanjutnya? Okay,
berikut ini adalah lima jawaban untuk-mu, Stiletto Book.
1.
Kapan mulai suka baca?
Sejak
kecil saya sudah ditanami minat baca oleh Papi, seorang mentor terbaik dalam
hidup saya. Biasanya, kalau mau pergi ke mall bareng sekeluarga, saya dan Papi
pasti nongkrongnya di toko buku sedangkan adik dan Mami saya asik berbelanja
bulanan. Mungkin kebiasaan saya dalam membaca buku ini turun-temurun dari Papi
yang suka koleksi beraneka ragam buku bacaan. Omong-omong soal koleksi, saya
dan Papi memliki tempat favorit untuk menyimpan buku-buku. Tempat itu dinamakan
“Pojok Buku.” Ya, meskipun hanya sekadar rak sederhana tapi lumayanlah untuk menyimpan
sekaligus menjaga kelayakan buku-buku yang ada.
2.
Apa genre buku yang biasa dibaca?
Rasanya,
saya tidak begitu terlalu pilih-pilih dalam membaca buku. Saya setuju sekali
dengan pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Karena membaca itu
sendiri adalah ruang imajinasi yang dibagikan oleh penulis kepada kita. Buku
yang dengan berbagai macam genrenya memiliki cara unik tersendiri untuk
memberikan pengalaman imajinatif kepada pembacanya, baik dalam bentuk penjelajahannya
hingga pengetahuan baru yang akan didapat. Mulai dari buku bertajuk ‘how to’,
pengembangan diri, novel teenlit, ensiklopedia, agama, romance hingga
komedi, saya yakin pasti ada pelajaran tersirat yang disampaikan secara tidak
langsung oleh penulis.
3.
Berapa budgetmu dalam sebulan untuk
membeli buku?
Berbicara
mengenai budget sepertinya saya tak memiliki nominal tetap per bulannya. Kalau
ada rezeki berlebih hasil dari sisihan uang jajan, saya pergunakan untuk
membeli buku. Kalau tidak ada, meminjam buku teman mungkin alternatif yang
tepat. Kenapa tidak? Terlepas dari beli atau pinjam, esensi dari sebuah buku itu
tetap ilmunya, bukan?
Ohiya,
ada yang sudah baca buku Blogging: Have Fun and Get The Money-nya Mbak
Carolina Ratri yang diterbitkan oleh Stiletto Book? Kalau saya sih, udah dong! Bermanfaat
sekali kiat-kiat yang ditawarkan dalam urusan mengurus blog oleh Mbak Carolina
ini.
4.
Kenapa minat baca masyarakat Indonesia
terbilang rendah?
Memang,
survei dari UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada
pada urutan 38 dari 39 negara yang paling rendah di kancah ASEAN. Sungguh
ironis ya, tahu akan fakta tersebut. Itupun pembacanya kaum wanita kebanyakan.
Kalau di Indonesia, kini ada Stiletto Book sebagai Penerbit Buku Perempuan yang
telah berusia lima tahun. Harapannya, lahir juga penerbit bagi pria atau bahkan
penerbit umum lainnya.
Pernah
nonton Kick Andy? Suatu kesempatan, Andy F Noya, selaku pembawa acaranya pernah
angkat bicara mengenai rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Ia
menjelaskan semua itu karena terbatasnya jangkauan yang bisa mendongkrak minat
mereka terhadap baca. Akses buku-buku berkualitas yang terbilang cukup mahal
maupun akses buku di sekolah. Terlebih lagi bagi mereka yang hidup di daerah
yang jauh dari kota sehingga menimbulkan dampak negatif akan minat baca pada
masyarakat.
![]() |
Beberapa orang lebih memilih baca di tempat daripada harus membeli. Tampak wajah disamarkan, takut ada yang naksir. |
Suatu
kesempatan saya pernah berdiskusi dengan salah seorang teman mengenai rendahnya
minat baca. Menurut kami, sebenarnya enggak sepenuhnya juga bisa dibilang
rendah akan minat baca. Perkembangan zaman menuntut teknologi berkembang dengan
begitu pesatnya sehingga kita hidup menjadi lebih kekinian. Begitu juga dengan
dunia baca-membaca. Merasakan enggak, kalau kita mengalami transformasi
platform baca menjadi ke e-book? Nah, bisa jadi hal itulah yang seolah-olah mengurangi
minat baca buku di masyarakat. Ya, meskipun pendapat itu terlahir dari obrolan
kecil kami, tapi berbeda pendapat itu tidak dilarang, bukan? Hehe.
5.
Bagaimana saranmu untuk pemerintah?
Sejujurnya,
saya pribadi kurang tahu betul dalam perihal minat baca ini menjadi prioritas
nomor berapa bagi pemerintah, utama atau ditempatkan pada urutan kesekian.
Tetapi, sebagai mahasiswa yang merupakan salah satu elemen dari masyarakat,
rasanya saya juga berhak untuk mengemukakan pendapat sekaligus saran saya
terhadap pemerintah.
Sejatinya,
minat itu tidak terlahir bersamaan dengan raga kita, tetapi tumbuh kembang bersamaan
dengan bertambah usianya juga faktor lingkungan setempat.
“Gue
kan gak hobi baca.”
“Ogah
deh, tebel banget itu bukunya.”
“Ga
usah maksa juga kali kalo ga minat.”
Mungkin
statement seperti itu banyak kita dengar dari beberapa teman sejawat. Memang
tak ada salahnya mereka enggan untuk membaca dan tidak bisa seenaknya memaksa
mereka juga. Tetapi, apakah pernah kalian membaca kalimat ini, “Semakin tinggi
minat baca seseorang, ia telah turut membuat peradaban menjadi lebih maju.”
Pernah? Ya, minat baca itu juga berbicara mengenai kepribadian bangsa Indonesia.
Tentu suatu bangsa bisa dikatakan hebat hanya dilihat dari minat bacanya.
Bagaimana mungkin negara ini maju apabila masyarakatnya lebih suka
bermalas-malasan? Nahloh.
Menurut
saya, di sini pemerintah memiliki peran yang cukup besar tentang peningkatan
minat baca masyarakat. Secara pemerintah memiliki kekuatan dalam support bentuk
materil, maka dengan memasok buku lalu didistribusikan ke seluruh perpustakaan
yang ada di Indonesia merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan
animo masyarakat terhadap membaca. Selain itu, memberikan apresiasi kepada
orang-orang yang berkecimpung di dunia kepustakaan dan dunia penulisan juga
perlu guna memberikan dukungan secara tidak langsung agar minat baca ini terus
berkembang dan tetap hidup.
Memang
tak hanya pemerintah yang punya peran, setiap pribadi kita pun punya porsi
dalam memenuhi hak dan kewajiban untuk berpartisipasi secara tidak langsung.
Misalnya, peran orang tua buat menanamkan gemar baca pada anaknya –seperti yang
dilakukan Papi saya. Begitu juga dengan pelajar, bisa ikut berkontribusi untuk
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya seperti mengadakan event bedah buku atau
membangun sebuah komunitas baca.
Pada
akhirnya, membaca adalah salah satu kunci pembuka segala ilmu. “Semakin banyak
buku yang dibaca, semakin banyak hal yang dipelajari, semakin sadarlah bahwa
ilmu yang kita miliki ini sangatlah sedikit.” Happy long-life learning by
reading! Baca buku yuk biar menawan! J
-0-0-0-
Muhammad Awaldi Rahman
Facebook: Awaldi Rahman
Twitter: @awaldi
Instagram: awaldirahman
Email: muhammadawaldirahman@gmail.com
Waalaikumsalam
BalasHapusAku juga suka baca buku sih, tapi kalo liat buku tebel banget dah kayak ganjelan pintu yang ada males duluan..
Wah asik juga tuh Papinya bisa diajakin jalan-jalan ke toko buku bareng, lain kali aku coba ke ayahku lah.
Semoga sukses ya.. :)
Kalau indikasi lainnya ada yang nyantol gak nih?
HapusBoleh tuh diajak Ayahmu, kali aja bisa dapet buku gratis :D
Aamiin. Terima kasih!
Wa'alaikumsallam :)
BalasHapusIya, aku juga suka bawa beberapa buku kalo aku pulang kampung ketempat ibu,suka bawa kebanyakan malah, padahal kalo udah dikampung lebih sering kangen2an sama ibunya dibanding bacanya.
Nah, selamat mbak sudah terindikasi di salah satu poinnya! :D
Hapussaya juga suka baca buku ketika di kampus, malah engga cuma dibaca tapi dicoret-coret juga buat memastikan kita bisa atau engga, orang saya baca buku matematika.
BalasHapusWih bacaannya buku matematika banget nih, Bang Nik? Salut deh. Ajarin bisa kali hahaha :)
HapusSemoga menang kak,gak nyangka membaca buku banyak banget manfaatnya tapi kayaknya masih belom jadi pembaca addict, gak suka baca buku tebel apalagi kalo gak ada gambarnya. :(
BalasHapusAamiin. Terima kasih ya, Mas!
HapusLanjutkan semangat membacanya mas! :D
keren hobinya...
BalasHapusbtw... saya daftar di blog ini yah
Terima kasih, Bang! :D
HapusWaduy kutu banget lu bang .. referensi buku yang dibaca tergolong berat-berat .. hmm
BalasHapusGue juga suka baca, tapi kalo konteks buku yang dibaca itu masih ringan2, kayak genre teenlit, novel comedy, comic dan cerita rakyat dan pewayangan ..
Buku tebel yang pernah gue selesein sih, Laskar Pelangi dan Tetrloginya, Harry Potter dan antek2nya ..
Jadi minat baca kayak gitu udah masuk kedalam kutu buku bukan sih bang ?? :3
Itu perpustakaan pribadi yaaa bang ..??
Jadi envy euy, kenapa nggak sedari dini ngumpulin buku dan bikin perpus pribadi kek gitu, kan lumayan bisa bekal anak-cucu kita ..
Btw semoga beruntung dengan lombanya bang aw .. :))
Aduh jangan dibayangkan seperti kutu buku pada umumnya juga ya, Bang.
HapusSelamat bang menurut saya sih itu udah termasuk. Tinggal ditingkatkan lagi aja dan diajak teman temannya untuk mau membaca buku.
Nah, sama bang!
Salah satu mimpi saya juga mempunyai perpustakaan pribadi semacam itu nanti di rumah saya kelak. Duh pasti betah deh di rumah hehe.
Aamiin. Thank you! :))
Ayoooo barteran buku, ekekeke
BalasHapussalam kenal ya diiik :D
Hayuk kak. Salam kenal juga hehe :D
HapusAAAAkk bener banget, yang kalo udah kelar baca buku rasanya seperti ditinggal kekasih. :3
BalasHapussaking gak mau nya ditinggal kekasih, eh. maksudnya gak rela buku itu udah selesai suka dibaca berulang kali.
Jadi istilah balikan sama mantan sama aja kaya baca buku dua kali itu slaha besar. Karna buku gak pernah menyakiti kaya mantan. Luv Buku lah.
Aku juga punya rak khusus nyimpen buku gitu tapi enggak segede itu, dan misah-misah karna belum sempet beli rak yang sekalian gede.
Jadi pilih mantan atau buku? Ya bukulah ya! Haha.
HapusHayuk dirawat dan dijaga buku-bukunya :)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAku lumayan suka baca buku, sih. Tapi masih suka males jg kadang belinya doang, dibaca kaga -_-pfftt
BalasHapusKalo ngga salah ada kata mutiara buku adalah teman terbaik sepanjang masa.
Jadi.... Iqro! Bacalah!
Oke oke. Abis ini buku yg blm dibaca, dicicil bacanya.
Aku lumayan suka baca buku, sih. Tapi masih suka males jg kadang belinya doang, dibaca kaga -_-pfftt
BalasHapusKalo ngga salah ada kata mutiara buku adalah teman terbaik sepanjang masa.
Jadi.... Iqro! Bacalah!
Oke oke. Abis ini buku yg blm dibaca, dicicil bacanya.
Yaduh, mending kalau males disumbangin ke saya aja mbak hehehe.
HapusYap, begitu ayat pertama yang diturunkan ya.
Yuk diajak teman-temannya buat baca juga, Mbak.
waalaikum salam..
BalasHapushemm aku juga termasuk orang yang suka baca buku, apalgi pas waktu skripssi rajin baca juga rajin beli. tapi emang asyik kalo baca buku.
manfaatnya baik juga ternyata dari baca buku ya. lha kalo baca di laptop bacanya di laptop manfaatnya sama kayak baca buku gak diw??
ini penjelsanya lengkap banget.
sukses diw buat lombablognya moga menang.
Wah skripsi ternyata membawa dampak positif juga ya, Mas.
HapusManfaat sih tentu ada mas, cuma tentu ada efek samping juga sih dari laptop itu sendiri misalnya.
Aamiin. Terima kasih ya, Mas! :)
mantap nih ulasannya, tapi sayangnya saya lagi males baca haha
BalasHapusYaduh. Mantap tapi malas baca itu gimana ya, Mas? Hehehe.
HapusTapi terima kasih sudah mampir kesini :)
Haiii aku selalu baca tulisan kamu sampai habis lho walaupun estimasinya 10 menit. Btw aku pernah pakai cara kamu untuk mencantumkan estimasi waktu baca, tapi cuma sekali. Selanjutnya aku lupa, hii pelupa. jangan sampe deh, mungkin aku harus baca baca lebih banyak lagi ya biar ga kena alzhemeir. hihi.
BalasHapusAku juga lagi baca buku Sepucuk Angpau Merah-nya Tere Liye yang di sana terdapat Borno sebagai tokoh utama sedang belajar tentang mengemudikan sepit lewat sebuah buku guidebook mesin, pengen review deh nanti. Tapi entah kenapa, kemarin lupa jadi baca novelnya andrea hirata yang ayah. Jadi ada dua novel yang belum di baca deh ._.
btw aku setuju sama ini -> Semakin tebal, semakin bagus. idaman para kaum wanita nih, tebal dompetnya maksudnya. psst. Diem diem kenapaah, itu kan realita. hahahaa.
Oiya semoga menang ya lomba blognya <3
Terima kasih loh kak udah mau jadi pembaca setia blogku hihi.
HapusIya aku pernah baca kok tulisan yang ada estimasinya. Tentang alm. Alan Rickman kalau tidak salah, Kak. Yuk kak lebih banyak baca buku lagi :D
Aku pasti bakal baca reviewnya. Lagi belajar buat review juga nih kak. Duh, semoga lain waktu aku bisa ngeposting sebuah review buku deh ya hehe. Nah, Ayah itu juga aku belum beli hehe.
Oke kak itu rahasia kita berdua ya. Rahasia umum hihi.
Terima kasih sekali lagi :))
Bacaanku buku sama komik dong mas :D tapi masih yang ringan-ringan sih wkwkw :D buku tertebal yang pernah aku baca baru ranah 3 warnanya A Fuadi wkwkw :D Kalau genrenya, lebih prefer ke komedi sih :D
BalasHapusWah ranah 3 warna juga aku sudah selesai baca itu, Mas :D
HapusSegala tentang buku selalu menjadi sesuatu yg seksi bagi saya^^
BalasHapusSenang bgt diskusi sm bookadict... selain nyambung bisa barteran buku dan tentu bisa menggring kita dari kutu buku menjadi predator buku.
Suka sekali baca tulisan mas Awaldi... ada aura tersendiri dari penulisnya..
Keliatan bngaat pasti orangnya cerdas ..
Sukses buat GAnya yaa
Duh, saya baru tau ada istilah predator buku, Mbak.
HapusAamiin. Terima kasih ya, Mbak :))
wah bahasan yang seru nih, secara membahas sahabat karib sendiri hehehe BUKU!!
BalasHapusohya membahas tentang buku, kalo menurut pribadi saya sendiri sih, ya. bukan berasal dari ketebalannya loh daya tariknya... tapi lebih ke cover dan sinopsis di bagian belakangnya.
dan ohya, bagi saya buku itu bukanlah seorang kekasih, karena terkadang kekasih kalo menyakiti bisa "mendem njobo njero" hahaha. saya malaha lebih menganggapnya sebagai sahabat karib, selalu setia baik suka maupun duka.
btw keren tuh konsep pojok pojoknya, jadi pengen nyontoh :)
Terkadang, daya tarik dari sebuah buku juga cover dan sinopsisnya kok, Mas.
HapusFleksibel. Dijadikan sebagai karib juga boleh kok :)
Yuk dibuat di rumahnya, Mas :))
Buku mu banyak sekaliiii. Aku suka nya baca novel thrillerrr. Tegang2 penasaran gitu pas baca. Tapi kalau tebel2 banget juga males sih :( gak praktis buat dibawa2 gitu soalnya huhu
BalasHapusEh first time nih aku main kesini. Yeeeeah! Minta makan dong, tamu nih tamu~
Alhamdulillah ya kak banyak.
HapusHello kak salam kenal :D
makasih mas udah share pstingan ini. baca buku itu mmg bnyak manfaatnya, selain nambah ilmu pengetahuan, bisa jg untuk membuka pikiran kita. orang yg sering baca buku dengan yg tidak itu beda banget karakter atau sifatnya. itu saya alami ketika melihat teman2 disekitar. orang yg sering baca jauh lebih baik ketimbang yg tidak pernah baca buku. semoga minat membaca makin tinggi di negara ini ya mas. amin...
BalasHapusSama sama.
HapusYap, bisa kita rasakan mungkin dari orang orang di sekitar kita.
Semoga saja begitu ya, Mas. Aamiin.
Mungkin gue udah ngerasain efek baca buku itu sendiri akhir-akhir ini. Kata temen gue (cewek), "Lu itu beda, Rob. Yang lain suka nge-game, lu malah baca buku." Langsung nge-fly deh. Padahal, cuma baca kata pengantar doang.
BalasHapusApa pun bukunya, nggak ada yang sia-sia. Semuanya pasti ada manfaatnya, walaupun buku yang keliatannya remeh. Kata orang di mana gitu yang bilang begitu
Hahaha duh pria idaman wanita banget ya, Rob?
HapusNah, setuju! Itu ada di salah satu tulisanku yang berjudul "Buku: Belajar dan Berbagi" kok Rob.
Wa'alaikum salam wr wb.
BalasHapusWhat a nice and powerful thoughts. Cerdas dan mengalir lancar. Keren tulisannya :D
Banyak ya manfaat membaca buku, dan luar biasa semua. Otak kita mesti dikasih asupan biar sehat, salah satunya dengan membaca. Ya, minat membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah, dan itupun didominasi kaum perempuan. Itulah kenapa saya dulu suka malu nyebut diri ini kutu buku (sering dicemooh, "moso cowok sukanya baca buku?") sampe kemudian saya sadar kalo justru hobi ini sangat bermanfaat, so sekarang fine-fine aja denger orang mau comment apa hehe. Mereka yang mencemooh cuma belom tahu manfaat membaca buku.
Saya centrang semua deh di lima indikasi pecandu buku :p (semakin tebel buku, semakin oke), cuma poin kelima udah jarang sekarang. Sebelum tidur, biasanya saya rapihin dulu buku yang lagi dibaca, baru deh tidur. Wah, Bapak saya juga suka membaca. Dulu waktu kecil, sering pergi ke toko buku bareng cuma untuk baca-baca, tapi jarang beli (masa-masa ekonomi suram hehe). Kalo sekarang alhamdulillah udah bisa beli sendiri buku yang saya mau, untuk Bapak juga.
Itu pojok bukunya keren banget, sangat memanjakan mata :D
Sukses ya untuk lombanya. Happy long-life learning by reading! :)
Cemoohan seperti itu mah jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati ya, Mas. Cuek saja.
HapusToh yang merasakan manfaat dari membaca buku kan kita ya. Peduli apa dengan mereka yang mencemooh yang lain. Paling tugas kita hanya berpikir bagaimana cara yang enak untuk mengajak mereka secara pelan pelan api pasti hehehe.
Yeay! Ternyata ada juga ang terindikasi kelima poinnya. Selamat mas kamu menawan! Haha.
Wah Alhamdulillah banget ya, Mas. Semoga saya juga bisa beli buku sendiri sebanyaknya dengan uang saya sendiri hihi.
Sayang kondisinya mulai rapuh karena terbuat dari kayu juga sih, Mas.
Aamiin. Terima kasih, Mas Bayu.
Baca buku yuk biar menawan! :D
banyak juga ya manfaat baca bukunya jadi tambah suka baca nih wkwk
BalasHapuskayaknya gue bukan kriteria pecandu pembaca buku yang baik deh soalnya ada yang ngga masuk dalam kriterianya hehe
yaa benar bro, untuk meningkatkan minat pembaca di indonseia seharusnya pemerintah memfasilitasi tempat pembaca dengan Gratis dan fasilitasnya lebih di enakin lah biar banyak pembaca yang datang. gitu aja sih
Tentu banyak sekali, Mas :)
HapusWah hayuk mas ditingkatin lagi dan diajak juga orang di sekitarnya.
Nah, setuju. Karena pemerintah merupakan salah satu elemen yang bisa mendukung sisi materil tersebut.
Omay GOD itu bukunya udah satu rak gede. Amunisi liburan sekoper isinya buku semua mah bisa tepar kalau aku, apalagi tebel-tebel. Kalau yang sedeng dan ceritanya ringan sih ok-ok aja, sehari bisa tiga. Apalagi kalau bukunya seru, mungkin sehari bisa lima. hehe. Aku dulu nggak suka beli, sukanya minjem dari temen atau perpus sekolah. Sampai kuliah pun demennya pinjem. Baru deh setelah pisah jauh sama temen mau gak mau harus beli sendiri. Baca buku emang banyak banget manfaatnya. Dan sekalipun ada e-book, versi cetak tetep numero uno. Coba di setiap taman kota atau tempat umum kayak stasiun ada perpustakaan gratis pasti tambah betah deh buat baca :D Good luck buat lombanya :)
BalasHapusVersi cetak tetap numero uno. Sangat setuju, Mbak. Selain karena bisa dikoleksi juga ya hihi.
HapusTentu apabila di tempat umum ada semacam seperti itu, sistematika atau konsep yang matang sangat diperlukan ya.
Aamiin. Terima kasih, Mbak :)
Mungkin saya ini tipikal orang yang aneh, karena kalau udah jatuh cinta sama isi buku dan ngebet banget pengen tau akhir ceritanya saya pasti baca buku walaupun sambil jalan. Gak peduli mau nabrang, nyungsep yang penting baca
BalasHapus#Sumpahinijujur
Wah itu unik loh, Mas. Sampai segitunya karena dibuat jatuh cinta ya, sama buku :D
HapusBagus tulisannya! :D
BalasHapusSaya malah menganggap cowok hobi baca itu seksi. Apalagi ada yang nyempetin baca saat nuggu busway dan di tempat-tempat umum. such a rare person.
Hahaha terima kasih, Mbak :)
HapusYuk, budayakan membaca! :)
BalasHapusYuk! :)
Hapusbagus banget kak tulisannya.. ga sanggup lagi mau berkata apa.. indah dan beralur tulisannya kak
BalasHapusSpeechless aja apa speechless banget, Dek?
HapusTerima kasih loh udah mau main ke blog ini. Disuruh siapa main kesini?
Terima kasih juga udah mau membaca ya! Baca Buku Yuk Biar Menawan! :))
banget kak.. akhirnya kakak muncul lagi di dunia blog yaa.. setelah presiden jokowi terpilih.. nyambung ga?
Hapusga disuruh siapa siapa kak.. teretuk.. emang kagum sama kakak awaldiw.
iya aku memang suka sekali baca buku ;)
Nyambung kok, Mbak :)
HapusTerima kasih loh ya. Asik daftar fans bertambah satu nih haha.
Alhamdulillah, jadi kapan kita makan makan? Eh.
Nuntasin satu buku novel tebal minggu kemarin rasanya puas sekali.
BalasHapusAku menawan berarti ya.. :D
Hihi bisa jadi, Mbak :D
HapusKayaknya, bakalan panjang komen gue kali ini, Di.
BalasHapusYang pertama. Eh, udah dot com ya? Atau emang udah dari dulu? Bukannya dulu ada 'W' nya nama blog kamu? Benar nggak sih?
Yang kedua. Gue setuju sama manfaat baca buku yang dikemukakan oleh Raphael Lysander. Terutama yang point nomor dua. Gue sudah merasakan manfaat itu. Mungkin, nanti akan gue ceritakan di blog gue.
Yang ketiga. Dari beberapa point yang kamu tuliskan tentang indikasi orang yang candu akan buku, kayaknya point nomor 1 dan 3, ada pada gue. Semakin tebal bukunya, gue bakalan semakin suka. Apalagi itu buku dari penulis yang gue idolakan. Terus yang keduanya, emang benar. Setelah buku yang kita baca habis, seperti merasa kehilangan, atau, entah apa itu namanya. Seperti tidak puas.
Gue juga mulai suka baca sejak dari kecil. Dari kecil, gue sering minta di beliin majalah Bobo sama ibu gue. Mungkin kamu tahu juga majalah Bobo ini.
Dan terakhir. Ini ikutan lomba, ya? Semoga menang, ya. Udah, gitu aja. :D
Beneran aja bakal panjang haha :)
HapusIya, Bang. Sudah resmi menjadi awaldirahman(dot)com semenjak pekan lalu kalau tidak salah hehehe. Berkah dari ngeblog gitu deh.
Nomor dua itu Membaca dan Otak? Wah, pasti itu akan menjadi sebuah tulisan yang menarik nih. Terlebih lagi jika dibawakan sesuai dengan gaya kepenulisanmu, Bang. Saya jadi menerka-nerka ceritanya itu seperti apa ya. Bahagiakah? Sedihkah? Atau inspiratif? Terpenting banget sih saya tunggu tulisannya di blogmu ya, Bang!
Wuih ada juga nih yang suka sama tebal bukunya.
Duh, iya tuh. Apalagi kalau endingnya ngegantung. Kesel sendiri terkadang bacanya tuh haha.
Yes, I know! Sepupu saya langganan majalah ini and then saya tinggal minjam dari dia hahaha. Saya juga suka beli majalah XY Kids dulu sih.
Aamiin. Terima kasih ya :D
Eh bener juga kata bang hardian yg komen diatas gue.
BalasHapusUdah berubah jadi dot com ya? cieee... gue juga mau bikin jadi dot com nih,, kasih rekomendasi dong dimana yg enak bikin dot com.
Oh iya, ge baru tau manfaat baca buku untuk kesehatan. Baru2 ini gue mulai suka baca. Buku atau via internet,, heheh
makasih bang infonya!
Iya nih udah jadi awaldirahman(dot)com. Yeay!
HapusDi Qwords aja, Bang!
Terima kasih kembali, Bang :)
wiiihh keren bukunya sampai segitu banyaknya.. pasti kamu pengkoleksi buku banget yaa hehehe pinjem dong..
BalasHapusbicara soal buku, emang udah ngak diragukan lagi tentang manfaat dari buku. kalo gue sih termasuk pecinta buku musiman, kadang suka dan kadang males banget. mungkin gue kena sindrom ngantuk ketika membaca buku dan gue masih belum tau nama sindrom itu :D
kalo indikator pencinta buku gue cuma masuk yang ke-4 dan ke-5, sering waktu perjalanan, apalagi perjalanan jauh pasti gue bawa buku. yaa untuk menghilangkan rasa jenuh juga. terus sering juga ketiduran ketika membaca buku. jadi buku tidur dalam pelukan gue :)
zaman telah berubah sekarang, sebagian orang sudah beralih ke ebook. kalo gue sih malah ngak suka kalo pakek ebook nanti kalo ada notifikasi whatsapp atau bbm jadi baca pesannya bukan baca bukunya..
gue ada istilah gini "tiada batas kalo untuk jajan buku" hehehe
Yaduh udah kayak layang layang aja mas ada musimnya hehe.
HapusKeren! Seenggaknya ada beberapa yang terindikasi lah ya.
Hahaha iya juga sih, canggihnya teknologi atau gadget ya gitu deh bisa sebagai godaan tersendiri juga buat kitanya.
Mantap itu, Bang! :)
Kayaknya akhir-akhir ini aku jadi candu buku deh. Soalnya dari 5 ciri itu semuanya ada di aku. Pas pulang kemarin juga aku bawa kayaknya 10 buku buat dibaca pas di rumah.
BalasHapusSering ngerasa sedih juga pas lagi enak-enaknya baca terus ternyata udah tamat. Rasanya pengen ada lanjutannya terus. Tapi kalo baca buku yang berseri banyak bisa jadi bosen juga.
Kalo tidur pas lagi baca sering tuh. Biasanya karena aku baca sambil tiduran. Eh malah ketiduran. Dan pas bangun kadang buku masih ada di atas wajah. Wkwkwk.
Aku perna bikin artikel tentang minat baca Indonesia juga. Miris pas nyari datanya. Rendah banget ternyata. Aku coba ajak temenku buat baca buku juga mereka nggak minat. Padahal kadang mereka tanya 'buku apa itu? ceritanya gimana?'. Eh pas tak ceritain panjang lebar malah akhirnya bilang 'males baca buku ah'. Sedih.
Mantap, Bang! Tularkan ke orang orang sekitar! :D
HapusSelamat bang terindikasi salah seorang yang menawan nih!
Emang miris sih ketika mengetahui fakta yang ada ternyata seperti itu.
Justru disinilah menurutku peran kita untuk lebih aktif mengajak teman teman di sekitar biar mau membaca buku. Kalau udah baca buku, jadi orang menawan deh hahaha.
Lengkap banget nih penjabarannya. Kalo gue sih masih sering baca buku2 ringan dan tipis. Kalo buku tebal kadang gue capek dan pusing bacanya. Sejarah gue membaca buku, cuman satu buku yang bikin gue ngga rela ngabisin~
BalasHapusTerima kasih ya sudah mau berbagi pengalaman.
HapusSemangat 45 untuk membaca! :D
Wa'alaikumusalam..
BalasHapusSuka banget sama tulisan kamu, Di. Benar, baca buku itu bikin kita menawan. Skitar sbulan yg lalu aku dapat teman baru, hobinya juga baca. Sama kayak kamu, gara2 ditularin ayahnya. Jadilah dia wawasannya luas sekali.
Di rumah, yg suka baca cuma aku doang, dulu dilarang, tapi lama-lama Ibuku luluh juga klo aku beli buku dibiarin aja. hahaha. Ke mana-mana klo gak bawa buku rasanya gak lengkap, ya? Apalagi liburan, seperti ulasanmu.
Keep do your best, Awaldi!
Wah pasti senang sekali ya kak punya temen seperhobian.
HapusSelain bisa berbagi juga bisa bertukar pikiran karena wawasannya yang luas itu.
Wih berarti kakak luar biasa! Tularkan mulai dari orang rumah dulu kak, baru ke cakupan yang lebih luas lagi. Iya, liburan asik kalau kita bawa buku juga tuh.
Terima kasih, Kak Jia :)
Ada hikmah dibalik sebuah kejadi ya, Mas. Wah boleh tuh ajarin saya mengenai desain grafis. Tertarik banget saya ingin bisa hal tersebut.
BalasHapusBetul sekali, aroma yang ditimbulkan sebuah buku memang memiliki khas tersendiri ya, Mas. Kalau ebook mah yang ada malah terciumnya panasnya mesin gadget kita hahaha.
gue suka baca setelah gue masuk duni perkuliahan Di, dan setelah gue suka baca. pikiran gue semakin terbuka. semakin gue ngerti kenapa gue selama ini idupanya gitu-gitu ajah, karena kurang wawasan dan tentu itu akibat kurang baca..
BalasHapussetuju lah, kita ini emang harus baca...
tapi kita juga harus menularkan kegemaran membac ini sama yang lain, biar makin bermanfaat.. hehe
Wah, berarti kerasa banget ya bagi Bang Tofik manfaat dari membaca tuh.
HapusKalau boleh dikaitkan itu sama halnya dengan poin membaca dengan otak. Otak ssecara tidak langsung menyerap informasi-informasi yang kita dapati dari buku yang kita baca tentunya.
Setuju!
Yuk bang diajak orang terdekatnya :)
Baca buku yuk biar menawan!
Halo, anak pertanian mas? kuliah dimana? jangan-jangan kita sekampus haha
BalasHapusOke, ke postingannya.
saya juga suka baca sih, tapi lebih ke novel gitu gitu.
kadang masih suka ngantuk kalo baca motivasi atau buku-buku yang aku gak bisa mengimajinasikannya di otak, hehe
semoga dengan baca ini saya bisa lebih rajin baca lagi, terutama skrpsi haha
Di Unpad, Mbak. Sekampus kah? Hahaha.
HapusAamiin. Hayuk mbak lebih ditingkatkan lagi minatnya :)
Terima kasih ya, Mbak.
Semoga menang lombanya yah
BalasHapustahnks banget infonya. gue jadi pengen suka baca. gue sekarang sih suka milih milih buku bacaan. jadi jarang nemu buku yang disuka jadi jarang deh baca buku. (alibi) ahaha
Haha ayok bang ditingkatin lagi minat akan baca bukunya. Terima kasih ya, Bang! :)
Hapusnah...seneng banget ada yang nulis tentang membaca sedemikian detail...dan luar biasa..
BalasHapuskita sering berasumsi tentang rendahnya minat baca...
sebab habits tidak dibangun dari kecil...dan sekolah tidak memberikan dukungan signifikan untuk meningkatkan minat baca
yang jadi problem lainnya adalah ekonomi
alokasi dana beratus-ratus ribu untuk anak dari keluarga yang mampu sih gampang-gampang saja..
tapi untuk mereka yang bahkan menulis catatan saja dari kertas bekas hal tersebut bukan hal mudah
dan itu tidak banyak disadari...
kita sering melihat fakta rendahnya minat baca sesuai tanpa memperhatikan fakta lain yang menghambatnya....ekonmi adalah bagian dari problem tersebut
Benar sekali, Mas. Faktor ekonomi dari beberapa atau bahkan banyak individu bisa menjadi salah satu masalahnya. Di sinilah peran pemerintah begitu diharapkan untuk bisa membantu distribusi buku gratis di berbagai tempat. Mungkin tak hanya pemerintah, peran komunitas-komunitas, pemuda, dan masih banyak lagi elemen yang bisa ikut serta mendukung untuk peningkatan animo minat baca ini.
HapusEfek baca buku ternyata jadi menawan :D
BalasHapus#SemangatMembaca
Iya nih, Mas. Kalau penasaran langsung coba dan rasakan aja sendiri :D
HapusSemangat 45!
Hal pertama yang pengin banget aku komentarin adalah... aku pengin koleksi buku-bukunyaaaaaaaaaa!!!!! Itu bukunya banyak banget ya ampun, asik banget punya Papi yang gemar baca, gemas ke toko buku dan "numpuk" buku di rumah. Ah, semoga someday aku punya koleksi buku bacaan lebih banyak dari punyamu deh hihi. Dan jelas, wawasannya harus nambah juga.
BalasHapusYa menurutku cowok keren itu adalah cowok yang gemar baca, dan diajak ngobrol apa aja nyambung. Tampang nomor kesekian lah. Habis kan risih juga ngobrol sama cowok ganteng tapi gak ngerti apa-apa ya haha. Tapi untungnya cowokku juga suka baca sih :D
Untuk poin 4 sama 5 belum terpenuhi nih karena aku jarang bgt jalan2. Tapi so far, buku emang teman jalan paling asik.
hahahaha definisi mbak ini sama persis dengan definisi saya tentang 'cowok keren'setujuhh mbakkk, so truee
HapusYuk kak koleksi buku-bukunya! Aku sendiri punya mimpi di rumahku kelak akan ada sebuah perpustakaan pribadi yang pastinya nyaman dan banyak koleksi bacaannya. Makanya koleksi dari sekarang kalau bisa hehe. Asik banget kok! :)
HapusAduh jadi enak dibilang keren (?) Benar sekali, lebih berwawasan jadi enak digampang ngobrol itu lebih kece ya, Kak.
Setuju, buku salah satu teman jalan paling asik.
Wahhh bisa dibilang membaca itu olahraganya otak yah? kalau gitu, membaca adalah satu satunya olahraga favorit saya hahahah dan emang bener bgt loh, dengan membaca, otak saya jadi bisa menyimpan banyak kosakata baru, dan itu baru kerasa waktu saya belajar bahasa inggris, mulai dari mencoba baca novel b.inggris, nonton film pake subtitle b.inggris, dll otak saya jadi berkembang pesat deh hehehehe
BalasHapusdan setuju banget sama perasaan yang didapat setelah selesai membaca buku bagus, aneh gak sih, di satu sisi kita pengen cepet cepet tau endingnya kayak gimana, tapi di sisi lain, kita gak mau ceritanya selesai karena kita maunya cerita tersebut gak ada endingnya, so you just want to keep reading, keep enjoying words by words hahahaha aneh.
Wah iya tuh, Mbak. Apalagi kalau membaca novelnya bahasa Inggris, semakin fasih aja itu cuap-cuap pakai Inggrisnya hahaha.
HapusIya! Pernah banget atau bahkan seringkali aku merasakan hal semacam itu, Kak. Biasanya, ketika aku baca novel-novelnya Tere Liye sih, suka kesel sendiri aja ketika tau akhir ceritanya ngegantung dan disuruh nebak sendiri haha.
Tulisannya sangat menarik dan bagus banget, lengkap
BalasHapusTerima kasih ya, Mbak :)
HapusSemakin tebal semakin bagus itu kayaknya nggak juga deh. HEHE. Btw promo kayak gini kayaknya harus lebih sering ya, Bro, soalnya generasi muda sekarang lebih banyak suka baca buku digital daripada yang ada bentuk fisiknya. :((
BalasHapusYuk baca buku:D
BalasHapusberita indonesia terbaru