Jangan Takut, Berbagi Kebaikan itu Menular
Durasi Baca: 5-7 Menit
“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” HR. Bukhari Muslim.
Sepenggal
hadits tersebut selalu menghidupkan hati dan menjadi peringatan bagi saya bahwa
derajat kemuliaan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana dirinya bermanfaat
bagi manusia lainnya. Pada hakikatnya, hidup adalah tentang memberi
sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. Semakin banyak
memberi, semakin banyak kita menerima. Giving is rich and making
rich. The more you give, the much more you receive. Sungguh beruntung,
mereka yang dikaruniakan oleh Allah SWT dengan kelebihan, dan kelebihannya itu
dimanfaatkan dengan baik untuk menolong orang sebanyak-banyaknya.
Ya,
tolong menolong sudah menjadi bagian yang lekat dengan ajaran Islam, karena
memang kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa lepas dari bantuan
orang lainnya. Menolong orang lain adalah berbicara tentang investasi untuk
menolong diri kita sendiri suatu saat nanti. Bukan, bukan maksud saya untuk
mengajarkan berharap pamrih atas kebaikan yang telah kita lakukan. Namun, sudah
menjadi janji-Nya bahwa perbuatan yang kita lakukan baik ataupun buruk,
nantinya akan kembali lagi pada diri kita masing-masing.
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu juga untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra [17]:7)
Jadi, jangan pernah berpikir kalau sedekah
itu rugi lantaran uang kita berkurang. Justru dengan bersedekah, rezeki kita
‘pasti’ akan kembali dalam berbagai bentuk, bahkan bisa jadi lebih banyak.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidak akan berkurang rezeki orang yang
bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan terus bertambah.”
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan.” (QS. Al-An’am [6]:160)
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran).” (QS. Al-Baqarah [2]:261)
Memang benar, memberikan akan mengurangi
sesuatu yang kita miliki. Sebab, kita terbiasa dengan perhitungan matematika
konvensional. Kalau nasihat guru saya, sedekah itu hitungannya pakai matematika
sedekah. Bedanya? Jelas beda.
Kalau hitungannya matematika konvensional,
ketika punya uang 50 ribu lalu disedekahkan 25 ribu, maka uang kita menyisakan
25 ribu. Lain halnya kalau pakai hitungan matematika sedekah, 25 ribu yang kita
sedekahkan tadi setidaknya berlipat ganda (minimal) 10 kali lipat menjadi 250
ribu. Jadi, uang kita sekarang bukan lagi 25 ribu lagi, melainkan 25 ribu + 250
ribu = 275 ribu! Ini baru minimal, maksimalnya? Tak terbatas, Bro!
Namun, jangan kecewa juga jikalau sudah
sedekah tapi tak kunjung terasa hasilnya. Ada hal lain yang perlu disikapi
dengan lebih bijak, bahwasanya balasan sedekah tidak melulu materi atau uang
lagi. Bisa jadi Allah SWT menggantinya dengan nikmat kesehatan, kelimpahan
prestasi dan karir, keberkahan umur, kebahagiaan keluarga, hingga kelapangan
hati yang semua itu tidak bisa dibeli oleh uang.
Kebaikan itu
Menular
“Sekecil apapun sebuah kontribusi, kebaikan tetaplah kebaikan.”
Sekiranya, semangat ini yang coba kami
(saya dan rekan-rekan seperjuangan) bawa ketika masa kampanye pemilihan Ketua dan Wakil
Ketua BEM, Oktober 2018 silam. Karena sekecil apapun kebaikan itu, kami yakini bisa
jadi hal tersebut yang kemudian menuntun orang lain melakukan hal serupa atau
bahkan lebih besar.
Dalam setiap proses kampanye, saya dengan
senang hati selalu menyampaikan, “Jika ada kebaikan yang kami sampaikan, tolong
jangan sampai kebaikan itu berhenti hanya pada diri teman-teman. Kami yakin,
jika memang ada satu kebaikan. Maka kebaikan itulah yang akan menular ke
sepuluh kebaikan lainnya, lalu semakin banyak lagi lima puluh, bukan tidak
mungkin sampai seratus orang yang merasakan efek kebaikan tersebut.”
Hingga, pada satu waktu seorang adik
tingkat yang tengah mencalonkan diri juga sebagai Ketua BEM di tingkat fakultas
mengajak berbincang. Kami membuat janji temu di salah satu tempat makan. Bakso
pilihan kami saat itu. Lebih kurang dua jam berbincang, membicarakan banyak hal
seputar pikir taktis, langkah strategis, hingga utamanya keorganisasian.
Akhirnya, kami memutuskan untuk membayar
terlebih dahulu. Namun, ketika saya hendak membayar ternyata sudah lebih dulu
dibayarkan oleh adik tingkat saya itu. “Gapapa, Kang. Kata akang kebaikan itu
menular, Kan? Nah, paling tularkan aja ke teman dari Solo yang mau akang temuin
habis ini.” katanya bulat. Tanpa panjang lebar, saya laksanakan amanah adik
tingkat saya itu untuk membayari kawan saya makan.
Malamnya, setelah bertemu adik tingkat
serta kawan dari Solo, pergilah saya pada malam keakraban terakhir daripada
kepengurusan BEM di fakultas saya, pertanian. Sampai pada sesi yang
mempersilakan saya berbicara. Saya ceritakan kepada mereka yang hadir, kisah
kebaikan yang saya alami ketika sore harinya. Saya pesankan kepada mereka
dengan ajakan yang sama, tularkan kebaikan.
Singkat cerita, berselang lima bulan dari
kejadian tersebut, saya diundang menjadi salah satu pembicara di sebuah
kegiatan yang mana ketua pelaksananya adalah salah satu anggota saya di BEM
dulu. Ketika sesi diskusi tiba, bukan bertanya dia malah bercerita bahwa
setelah mentraktir temannya makan es krim, kebaikan itu lantas ditularkan si
temannya untuk mentraktir temannya yang lain lagi. Di situ saya merasa terharu.
Sungguh terenyuh. Sepintas terdengar sederhana, tapi bagi saya luar biasa
dampak daripada kebaikan yang menular itu.
Jadi benar, kebaikan itu menular, maka tularkan. Hingga akhirnya membentuk sebuah
rantai kebaikan, lebih jauh lagi menjadi investasi yang berlipatganda nilai
kebaikannya. Mari kita sebut itu investasi kebaikan. Mari berinvestasi,
selamat menularkan kebaikan!
Kemudahan Berbagi
Kebaikan
Pada dewasa ini, mungkin kita sudah tidak
asing dengan iklim yang saling berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Terlepas
untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang lain. Nah, berikut ini tiga tips mudah
yang bisa kita lakukan ketika hendak memulai suatu kebaikan. Apa saja? Check this out!
1.
Tanamkan Niat dan Empati
Hal ini bisa kita mulai dari langkah sederhana, namun
berimbas begitu besar. Iya, Niat. Sesederhana niat yang selalu harus diperbaiki
tiap harinya. Dalam hal berbagi kebaikan ataupun sedekah, pastikan niat kita
juga lurus karena-Nya. Dengan begitu, secara tidak langsung kita sudah turut
melatih menanamkan rasa empati kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan
bantuan kita.
![]() |
Doc. Dompet Dhuafa |
2.
Sedekahkan Sebagian Uang
Sebagaimana yang sudah dituliskan sebelumnya,
bahwasanya dengan bersedekah atau berbagi tidak lantas mengurangi apa yang kita
miliki melainkan membuatnya malah bertambah. Begitupun harta yang kita miliki. Mengutip
apa yang pernah dikatakan Soe Hok Gie, “Kita yang merasakan pendidikan tinggi
adalah segelintir orang yang beruntung. Mereka di luar sana yang tak bisa
merasakan adalah tanggung jawab kita.” Artinya, apa yang kita miliki
saat ini ada hak orang lain juga, yaitu mereka yang kurang mampu.
Di era teknologi yang berkembang semakin pesat ini.
Sangat memungkinkan memberikan berbagai kemudahan dalam berbagi kebaikan. Termasuk
kemudahan dalam bersedekah yang tak mengharuskan kita beranjak ke luar rumah.
Kita mengenalnya dengan donasi online.
![]() |
Doc. Dompet Dhuafa |
Kabar baiknya, kemudahan donasi tersebut difasilitasi oleh Dompet Dhuafa. Sebuah lembaga filantropi islam yang sumber dananya
dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta dana halal lainnya. Kabar
baiknya lagi, saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi Penerima Manfaat dari program Dompet Dhuafa, yaitu Bakti Nusa atau
Beasiswa Aktivis Nusantara di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan. Alhamdulillah, begitu banyak manfaat yang
bisa saya rasakan dan dapatkan dari program tersebut. Semoga Allah merahmati
orang-orang yang berjuang keras di dalamnya. Aamiin.
Baca Juga: Lebih Dekat Bersama Dompet Dhuafa
Sejak kali pertama didirikan, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya
membangun bangsa Indonesia untuk lebih maju dengan berkhidmat pada kegiatan
filantropis (kemanusiaan) dalam memberdayakan kaum dhuafa.
Bagi teman-teman yang ingin ikut serta dalam misi
kebaikan tersebut, Dompet Dhuafa
telah menyediakan berbagai pilihan layanan untuk menyalurkan donasi melalui:
(1) Kanal Donasi Online (2) Transfer Bank (3) Counter (4) Care Visit (Meninjau
Langsung Lokasi Program) (5) Tanya Jawab Zakat (6) Edukasi Zakat, dan (7)
Laporan Donasi.
![]() |
Dok. Pribadi |
3.
Berbagi Ilmu atau Saran
Terakhir, bukan berarti paling sedikit nilai
kebaikannya. Bisa jadi ini akan menjadi sebuah ladang amal yang luar biasa jika
konsisten dilakukan. Berbagi tidak melulu soal harta, sepakat? Saya sepakat.
Kita sangat bisa membagikan sedikit ilmu yang kita
miliki kepada orang lain. Jangan pelit-pelit untuk berbagi ilmu dengan orang
lain. Selama ilmu tersebut diaplikasikan secara kontinu, maka pahala
kebaikannya akan mengalir terus ke orang yang telah membagikan ilmunya.
Sharing is Caring. Beberapa dokumentasi ketika diminta untuk berbagi ilmu. |
Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi
pribadi yang bermanfaat bagi orang lain? Harapannya, kita tidak pernah puas
untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Semoga kita diberikan kelapangan hati
untuk selalu siap menolong dan memberikan manfaat kepada orang lain. Terlepas
dari lingkup yang kecil dari keluarga, hingga lingkup yang lebih besar yaitu
agama, bangsa, dan negara.
-o-0-o-
“Tulisan ini diikutsertakan dalam
Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
Nice content! Semangat menebarkan kebaikan Dii!
BalasHapusSemangat. Terima kasih ya, Nina!
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih, tulisan ini pengingat yang keren!
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat.
Hapus👉 *DUA RUKUN PERBUATAN BAIK YANG SERING TERLUPAKAN* 🎯
BalasHapusSalah satu makna dari "Baik" atau "Kebaikan" dalam bahasa arab adalah "Hasanun", atau "Husnun". Sedangakan "Ihsan" artinya *Perbuatan Baik*. Lalu "Muhsinun" artinya orang yang berbuat baik, sedangkan "Muhsiniin" artinya orang-orang yang berbuat baik.
Nah seorang Muslim yang Beriman kepada Allah dikatakan sudah berbuat kebaikan jika memenuhi dua Rukun dari Perbuatan Baik, atau sering kita sebut sebagai "Rukun Ihsan".
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, suatu saat Nabi _shollallaahu 'alaihi wa sallam_ ditanya oleh Jibril dalam bentuk manusia, apakah Rukun Ihsan itu, maka Nabi menjawab bahwa Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat Allah, maka yakinlah bahwa Dia melihat engkau.
*Itulah dua rukun Perbuatan Baik* :
1. Beribadah kepada Allah dengan keyakinan sedang melihat Allah
2. Beribadah kepada Allah dengan keyakinan sedang dilihat oleh Allah.
Jadi, seseorang itu hanya dianggap berhasil melakukan suatu kebaikan jika ibadahnya hanya karena Riya kepada Allah, bukan Riya kepada manusia. Ibadahnya hanya ingin dilihat Allah, bukan karena ingin dilihat manusia.
Yuk kenali Allah dengan lebih serius, mumpung masih ada napas yang membersamai kita, sehingga Allah angkat derajat kita menjadi termasuk golongan MUHSININ. Aamiin.
*_Q.S.Hud:29 - Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah..."._*
#TauhidAkhlakMulia
#Fastabiqul Khoirot 2/148
#always telling goodness
MasyaaAllah. Terima kasih juga atas nasihatnya, Mi :)
HapusAh, sangat sepakat. Karna Hidup adalah Ujian, dan salah satu ujian terberatnya adalah seberapa mau dan mampu kita memupuk kepeduliaan untuk terus berbagi dengan sesama. Terlebih-lebih dikondisi "terendah" kita sekalipun. :"))
BalasHapusSemangaaat awaldi!! Teruss bentangkan sayap-sayap kebaikan yaak!! :))
Oke sip, keywordnya 'kepedulian untuk terus berbagi dengan sesama' ya.
HapusOleh karena itu, #JanganTakutBerbagi iya gak sih?
Siaaap. Semangat juga, Murti!
Inspiring sekali dii! Sangat betul bahwa segala perbuatan akan 'balik' lagi ke kita, baik atau buruk. Tentang kebaikan itu menular kewren sekali ceritanyaa, teringat kembali film jaman dulu "pay it forward" Terus bersemangat dan kuat dalam berbagi (kebaikan) ya dii
BalasHapus*Browsing Pay it Forward*
HapusTerima kasih juga ya, Nadia!
Aamiin. Semangaaat!
Tulisan sederhana tapi berisi, aku yakin butuh waktu bertahun-tahun supaya kamu bisa sampai di titik ini. Semoga semangat kamu bisa terus menjalar kedepan juga ke sekitar, yaa!
BalasHapusHuhu terima kasih ya :") Semoga saja.
HapusMasyaAllah jadi makin semangat untuk berbagi, #JanganTakutBerbagi karena berbagi gak bakal buat kita miskin
BalasHapusTampaaan! *Pengganti Cakeeep* Hehehe. Setuju, semangat juga dalam berbagi ya!
Hapussemangat dan teruslah berkarta
BalasHapusBismillah, siap laksanakan.
HapusTerispirasi.. Selalu menyebarkan energi positive..
BalasHapusTerima kasih, tolong ditularkan lagi ya, ke yang lain :)
Hapus"Hidup bukanlah tentang siapa yang terbaik, Tapi Siapa yang bisa Berbuat Baik
BalasHapusdan Bukan yang pura-pura baik"....
Mantap, Sist.
Hapus"Berbuat kebaikan itu menular" yap secara tidak sengaja satu kebaikan akan membuka pintu kebaikan lain mungkin melalui cara dan tangan yang lain juga.
BalasHapusKuncinya adalah ikhlas, jangan mengingat seberapa banyak kebaikan yg telah kita perbuat.
Nah, setuju dan sekaligus ingin mengucapkan terima kasih banyak atas nasihat kunci yang diberikan :")
HapusMasya Allah
BalasHapusMasyaaAllah. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak. Semoga ada manfaat dan kebaikan yang bisa diambil serta ditularkan. Aamiin.
Hapusبسم الله ماشاالله
BalasHapusAlhamdulillah :))
HapusMaa syaa Allah, barakallahu lakuma
BalasHapusWa iyyaak :)
HapusMaasyaaAllah.. semoga kebaikan selalu tertanam dalam diri kita
BalasHapusAamiin. Syukron jazakallah, ya :)
HapusBagus sekali tulisannya, semuanya sampai ke hati pembacanya. Good job!
BalasHapusSyukur alhamdulillah. Terima kasih!
HapusBermanfaat
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusHamdalah, terima kasih yaaa.
HapusBarakallah... sangat bermanfaat👍
BalasHapusSyukron ya! :)
HapusTulisan yang sangat bermanfaat.... ��
BalasHapusTerima kasih, bantu tularkan juga ya agar kebaikannya terus menular.
HapusAlhamdhlillah Sangat menginspirasi dan menambah wawasan dalam beramal soleh tidak hanya selalu materi..
BalasHapusTerima kasih
Alhamdulillah. Sama-samaaa :)
HapusNice info
BalasHapussubhanallah, semngat trus dan sukses selalu untuk kedepannya M.Awaldi Rahman :)
BalasHapusAamiin, terima kasih ya, Mas Robi.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKebaikan satu-satunya adalah pengetahuan dan kejahatan satu-satunya adalah kebodohan.
BalasHapusApapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Bukan perlombaan keunggulan satu sama lain
BalasHapusAda keburukan untuk orang yang berburuk hati, dan ada kebaikan bagi orang yang bersabar.
BalasHapusKebaikan adalah nyanyian indah yang bisa didengar oleh orang tuli, sekaligus bunga indah yang bisa dilihat oleh orang buta
BalasHapusAlhamdulillah. Terima kasih juga atas nasihatnya (y)
HapusAlhamdulillah info yang sangat bermanfaat. Amin.
BalasHapusAamiin. Terima kasih, Pi!
HapusTebar manfaat tebar kebaikan...
BalasHapusselamat teruslah berkarya & berkata
Benaaar. Siap 86!
HapusSelamat dan sukses terus, jangan bosan berbuat kebaikan
BalasHapusAamiin. Terima kasih, insyaaAllah siap.
HapusInspiratif & Bermanfaat
BalasHapusTerima kasih!
HapusTerus semangat .... perbanyaklah bersedekah untuk sesama.
BalasHapusBetul sekali. Semangat semangaaat.
HapusTulisan yg inspiratif... Setiap kebaikan yg ditularkan dan kemanfaatan yg diberikan semoga menjadi ladang amal jariyah kita.
BalasHapusAamiin. Terima kasih banyaaak!:")
HapusKeep hamasah untuk selalu menebarkan kebaikan.
BalasHapusSiap. Terima kasih ya, Te :)
HapusIndahnya selalu berbagi kebahagian dan kebaikan dengan orang lain. Sukses selalu untuk M.Awaldi
BalasHapusYap, indah sekali. Aamiin, terima kasih atas doa baiknya.
HapusTulisan yg sangat bermanfaat, saling mengingatkan,serta mencerdaskan dan memberi bekal fositip ,berlomba lomba di jalan Allah, dengan menghadapkan ridho Allah,
BalasHapusAlhamdulillah, terima kasih ya. Terima kasih juga sudah mengingatkan :)
HapusGood Statement
BalasHapusThanks :)
HapusAlhamdulillah.. Utk beramal yg td nya susah cari wadah nya akhir nya di permudah.. Semoga berkah bagi penyumbang n pengumpul nya .. Aamiin yra 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
BalasHapusAlhamdulillah, kemudahan zaman now katanya mah hehe.
HapusUntuk doanya, aamiin.
syukron hari ini sy diingatksn u berbagi
BalasHapussyukron hari ini sy diingatksn u berbagi
BalasHapusAfwan, Kang. Semoga bermanfaat ya.
HapusBersedekahlah insya Allah akan dapat balasan berlipat ganda dr Allah Swt
BalasHapusBenar sekali. Aamiin ya Rabb.
Hapus*Ketika Allah menginginkan kita menjadi orang baik, maka salah satu ciri atau tandanya adalah dipahamkannya* *tentang urusan agama kita* (HR.Bukhari no. 2858).*
BalasHapusTerima kasih pengingatnya. Luar biasa :)
HapusThank youuu.
BalasHapusSemangatttt awaldiii keep inspiring! Khoirunnas andauhum linnas kang awaldi Aminnnnnnn
BalasHapusMasyaaAllah. Benar sekali, Kang Satya. Semangat terus juga untuk Coretan Oo-nya nih ya, Kang! Tetap terus menginspirasi jugaaa. Terima kasih juga sudah berkunjung :D
Hapus*anfauhum
BalasHapusSangat menginsfiratif
BalasHapusTerima kasih ya.
HapusSetuju banget sama kakak. Berbagi itu tidak harus tentang materi, tentang uang. Namun, juga dengan berbagi ilmu itu juga mewakili :)
BalasHapusYap, setuju! :)
HapusSangat menginspirasi, memberi masukan secara elegan, saya setuju pake banget. Semoga sukses utk penulis, salam kenal.
BalasHapusTerima kasih juga, Tante Melati. Aamiin.
HapusMasyaAllah..super abang aldi..utk menjadi baik tdk harus menunggu tua ya ternyata..semangat muda Dan positif bang Aldi semoga terus mjd bola salju kebaikan..utk membangun bangsa Kita yg gemilang..salam
BalasHapusAamiin. Semangaaat! Terima kasih, Tante Ulfah sudah turut mendukung dan mendoakan. Semoga menjadi amal kebaikan yang begitu bernilai bagi-Nya.
HapusSederhana, namhn sarat akan makna. Keep inspiring people kang awaldi!
BalasHapusWah, terima kasih yaaa. Siap, nuhun Elfan!
Hapussatu kebaikan yang melahirkan seribu kebaikan... :')
BalasHapusAamiin. Semoga sajaaa begitu :")
HapusIzin share Ustadz...
BalasHapusUdah lama gak mampir di blog mas Awaldi. Nice post mas, terima kasih atas pencerahannya, dan mumpung puasa pahalanya akan berlipat ganda. Keep istiqomah. Aamiiin
BalasHapus