Kilas Balik Tahun 2016: Tebarkan Manfaat!

21.19 Awaldi Rahman 12 Comments


2016 memang sudah sebulan berlalu, namun rasanya seperti masih ada bekas yang tertinggal. Entah itu berupa cerita, pengalaman, hingga pelajaran berharga. Ketiganya tentu berbeda, tetapi tiap-tiap mereka memiliki tempat tersendiri sehingga laik dikenang.
Mungkin tak semua orang, tetapi bagi saya pribadi, setidaknya di setiap tahun ketiga hal di atas pasti menyertai hidup kita. Terlepas dari baik atau buruknya, namun saya yakin tahun tersebut tetap memiliki sesuatu hal yang bisa dipelajari suatu hari nanti.
Saya sendiri bingung. Selama Januari kemarin, saya mencoba memikirkan, merenungkan, serta mengilas balik hal apa saja yang berhasil saya dapatkan di tahun 2016 lalu. Mencoba melihat-lihat album foto di ponsel pribadi. Alhasil, banyak sekali peristiwa yang sudah saya lewati selama setahun ke belakang.
Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tentang hal-hal apa saja yang sudah saya lewati dan saya dapatkan. Saya merangkumnya menjadi 7 peristiwa penting (Bukan, ini bukan acara on the spot kok hahaha). Apa saja? Mari simak ulasan berikut ini.
1.   Diminta Bantuan Menjadi Master of Ceremonies (MC).
Semenjak SMA, saya terinspirasi dengan beberapa motivator dan trainer untuk bisa menjadi seperti mereka. Tidak hanya pandai berkata-kata, tapi juga bisa menebar inspirasi dan kebermanfaatan. Hebat sekali, bukan?
Akhirnya, di dunia perkuliahan saya mencoba mencari jalan untuk bisa seperti mereka. Datanglah sebuah tawaran untuk menjadi MC. Tanpa berpikir panjang, saya terima. Kesempatan bagus untuk berlatih speak up di depan orang banyak. Ya, meski pada hakikatnya berbeda dengan motivator dan trainer. Saya ambil nilai positifnya, di sana sarana saya belajar.
Alhamdulillah, kiranya selama 2016 lalu saya dipercaya menjadi MC kurang lebih dalam 8 acara yang berbeda. Harapannya, ke depannya saya bisa terus belajar untuk mengembangkan kemampuan public speaking saya.

2.   Menulis dan Berkiprah di Berbagai Perlombaan.
Saya tidak tahu pasti apakah menulis passion saya atau bukan. Terlepas dari hal itu, saya merasa nyaman ketika menulis. Karena lewat menulis, hal yang tak bisa terungkapkan begitu saja, bisa dengan begitu mudahnya mengalir dalam bentuk narasi.
Begitu pun dalam hal berbicara. Jika menulis adalah mereka yang pandai menuliskan kata-kata, maka berbicara adalah mereka yang pandai berkata-kata. Keduanya, dipersatukan dalam konteks yang bernama ‘seni’.
Pada tahun 2016 pula, syukur sekali bisa mendapatkan 3 apresiasi dari 3 lomba yang berbeda. Menjadi Juara 1 Cipta Puisi FH Unpad yang bertemakan kepahlawanan, masuk 20 besar puisi terbaik yang diadakan oleh Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), dan Juara 2 Lomba Pidato se-Unpad Raya hehehe.

3.   Bertemu dengan Penulis Hebat.
Saat ini, semakin banyak penulis muda bertalenta muncul ke permukaan. Bisa dibilang, kini menulis buku tidak hanya untuk orang tua saja, namun para generasi muda pun mampu.
Pidi Baiq dan Adhitya Mulya. Dua penulis hebat dengan karakteristiknya masing-masing. Bertemu dengan Pidi Baiq atau yang kerap dipanggil Ayah, pada bulan Juni 2016 di Bedah Buku Dilan. Baru 5 bulan setelah itu dipertemukan dengan penulis Novel Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya.

4.   Berkarya di Pers Mahasiswa.
Sudah setahun lebih saya bergabung dengan Persma Genera Fakultas Pertanian Unpad. Satu hal yang saya rasakan adalah kemampuan menulis saya menjadi lebih terasah dibanding sebelumnya.
Pada November 2016, saya menjadi delegasi pers ini untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) di Universitas Sriwijaya Indralaya. Di sana saya bertemu orang-orang hebat dan calon penulis hebat. Banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari untuk kemudian dimodifikasi.
Terakhir, akhir-akhir ini saya diamanahkan sebagai Kepala Website Persma tersebut. Alasannya, karena saya punya blog pribadi jadi sudah punya gambaran sedikit mengenai website. Padahal mah, blog pribadi saja masih acak-acakan seperti ini hahaha.

5.   Mengabdi Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian.
Sama halnya dengan persma, di badan eksekutif ini saya sudah menjadi bagian mereka selama satu tahun. Sekarang, sudah memasuki kepengurusan yang baru.
Setahun kemarin, saya mendapat banyak pelajaran yang amat berharga tentang manajemen waktu, open minded, hakikat profesionalitas dan kekeluargaan, dan pengambilan keputusan. Tak hanya itu, saya pun mendapatkan prestasi dan relasi di sana.
So, buat sahabat pembaca sekalian jangan ragu untuk berkontribusi dalam suatu organisasi karena pasti ada pelajaran yang bisa dipetik dari sana.

6.   Hakikat Kuliah di Agribisnis.
Berakhirnya tahun 2016 sekaligus mengakhiri suka duka kuliah di semester 3 agribisnis. Semester ini memiliki kenangan tersendiri karena kami diajak untuk menanam langsung sayuran (pak choi, nai bai, dan mentimun), merawatnya, proses pasca panen, hingga akhirnya produk tersebut bisa dijual kepada masyarakat sekitar. Alhamdulillah, hasilnya lumayan buat tambah uang jajan bulanan anak kosan hehehe.

7.   Gen Sindo dan Peluang Lainnya.
Poin terakhir ini mungkin yang paling berkesan di antara yang lain. Saya diberi kesempatan bergabung dengan komunitas penulis muda Koran Sindo. Di mana tulisannya akan dimuat setiap hari Sabtu di Koran Sindo. Saya sendiri sudah berhasil dimuat 5 tulisan. Semoga masih punya banyak kesempatan ya hehe.
Tujuan saya sederhana, harapannya dengan menulis melalui media nasional ini bisa dibaca oleh banyak orang dan pembaca bisa memetik manfaat yang ada.
Selain itu, banyak juga yang saya dapat dengan bergabung Gen Sindo. Saya mendapatkan teman baru, ilmu baru, dan terpenting adalah membuka peluang-peluang baru untuk bisa belajar di luar kelas.
Kalau sahabat pembaca penasaran, tulisan-tulisannya bisa dibaca di google drive saya, baca di sini.

Demikian kilas balik tahun 2016 saya. Kalau di tahun lalu saya menulis tahun 2016 harus lebih baik daripada tahun 2015 (Bisa dibaca di sini). Maka saya menilai, banyak pencapaian yang saya raih di tahun 2016. Tetapi saya sadar, saya tidak boleh cepat puas dengan apa yang telah didapat.
Kalau 2015 lalu adalah tahun perjuangan, maka tahun 2016 kemarin saya artikan sebagai tahun kebermanfaatan. Di mana saya digiring untuk bisa lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi bagi orang lain. Semoga tahun 2017 ini semakin banyak memberi arti bagi hidup kita semua. Aamiin.
  
Kiri Atas-Kanan Bawah: Menjadi MC di Acara Career Development, BEM Fakultas Pertanian,
Bersama Adhitya Mulya, Delegasi Genera, Bergabung Gen Sindo, Menjadi MC di Acara Scientific Fair,
Bersama Sayuran Pra-Panen, Bersama Ayah Pidi Baiq, dan Juara 2 Pidato Indonesia.

12 komentar: