Bagaimana Cara Jitu Menciptakan Puisi Yang Baik?

10.35 Awaldi Rahman 16 Comments


Durasi Baca: 5-5 Menit
“Caranya sederhana, Di. Coba jemput intuisimu di dalam proses pembuatannya.”
*****
Menulis adalah suatu bentuk kata kerja yang kalau ditelaah lebih dalam lagi akan memiliki banyak sekali makna. Ada yang bilang bahwa menulis adalah salah satu bentuk efektif seseorang dalam mengekspresikan perasaannya. Hasil dari tulisan-tulisan itu pun beragam. Salah satu yang akan kita bahas pada tulisan kali ini adalah puisi.
Duh, jadi teringat sala satu rubrik yang ada di blog saya. Mungkin salah satu dari kalian ada yang baca tulisan ini, sahabat penikmat #ProsaSelasa mana suaranyaaa? *krik krik krik*
Saya sendiri memulai membiasakan diri untuk menulis sudah sejak duduk di bangku sekolah dasar –harus diakui bahwa dulu saya suka menulis diari. Sedangkan puisi, saya baru memulai menulisnya ketika di bangku sekolah menengah pertama. Boleh dibilang wajar, karena masa itu merupakan awal saya mengenal yang namanya “cinta monyet” hehehe. Dari sana, lahirlah istilah gelisah, resah, galau, entahlah kata baper kala itu sudah lahir atau belum. Jadilah puisi dijadikan salah satu sarana untuk menumpahkan segala rasa tersebut.


KENAPA KITA PERLU MENULIS PUISI?
“Aku adalah gila, membiarkan sejuta kata mati berkarat.”
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui kenapa perlu menulis puisi. Sama halnya dengan membaca, karena terdapat banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan dari menulis puisi. Kali ini saya akan merangkumnya menjadi dua poin. Pertama, mengasah diri kita untuk bisa lebih ekspresif dalam merangkai kata. Tentu sekaligus mengasah kemampuan meramu sebuah bahasa yang indah dan luwes. Kedua, menulis puisi ini bisa dijadikannya sebuah sarana untuk pelampiasan diri. Nah, untuk yang satu ini saya teringat dengan kata bijak dari Ayah Pidi Baiq, “Sakit hati itu potensi. Karena di sana bisa lahirlah sebuah puisi.” Memanfaatkan momen banget yang begini sih. Cihuy!

BAGAIMANA CARA EFEKTIF MENCIPTAKAN PUISI YANG BAIK?
“Caranya sederhana, Di. Coba jemput intuisimu di dalam proses pembuatannya.”
Begitulah jawab salah seorang teman saya yang sudah lebih lama menapaki dunia sastra ketika ditanya bagaimana caranya agar bisa menciptakan sebuah puisi yang baik. Jemput intuisi. Pertanyaannya, apakah sahabat pembaca sekalian tahu akan pengertian dari intuisi? Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intuisi adalah daya kemampuan dalam memahami sesuatu tanpa dipelajari ataupun dipikirkan. Bahkan, bisa juga kita maksudkan sebagai bisikan hati. Ia datang begitu saja, lalu mengalir bagaikan air.
Nah, tips yang pertama adalah menjemput intuisi kita. Bagi yang belum terbiasa bermain dengan intuisi, saran dari saya adalah biasakan mulai dari sekarang juga. Karena jika sudah terbiasa melatih intuisi kita, bait demi bait puisi akan mengalir dan saling padu begitu saja.
Mari beranjak ke tips selanjutnya.
Pernah saya menulis tentang hal yang ingin terus saya lakukan selama hidup ini adalah belajar. Ya, saya ingin terus belajar, belajar, dan belajar lagi. Sense of curious yang timbul dari suatu pengetahuan dapat memberikan semangat bahkan motivasi untuk mengembangkan diri dan merangkak menjauhi era kebodohan. Terlebih lagi karya sastra, karena harus menghadirkan intuisi itulah yang menimbulkan semangat untuk bisa menghasilkan puisi atau karya yang lebih bagus lagi.
Oleh karena itu, kurang lengkap rasanya apabila menulis puisi itu tidak dikaitkan dengan membaca. Jika membaca buku-buku puisi adalah sebuah bentuk ruang imajinasi yang dibagikan oleh para penulis kepada kita, maka menulis puisi adalah bentuk ruang arsip gagasan maupun perasaan untuk dibagikan –meskipun tidak selalu.
Tips kedua adalah perbanyak membaca puisi orang lain. Puisi itu bisa didapatkan dari mana saja dan saya yakin sudah banyak sekali puisi tercipta. Kita bisa mendapatkan puisi dari internet, bisa dari film, bahkan buku-buku kumpulan puisi.
Nah, omong-omong soal buku kumpulan puisi. Kebetulan salah satu rekan blogger saya, ada yang sedang mengadakan giveaway untuk syukuran ulang tahunnya dan menjanjikan hadiah Kitab Puisi ‘Angin Kembara’ dan Pin Pustaka Kata bagi dua orang pemenang beruntung. Namanya, Mbak Anggi Putri. Ah, tentu hal ini sebuah peluang, bukan? Selain niat berbagi, kiat-kiat dalam tulisan ini menjadi salah satu jawaban atas persyaratan dalam giveaway tersebut. Tidak lain dan tidak bukan karena saya menginginkan buku tersebut. Terlebih, kumpulan puisi berisikan mimpi seorang gadis. Entah kenapa, membahas mimpi itu saya selalu semangat hehehe. 
Ya, karena dengan banyak membaca puisi karya orang lain, sejatinya kita sedang membuat cakrawala puisi yang lebih luas. Saya ingin terus berkembang dalam menciptakan puisi. Kalau kamu?
  
Kitab Puisi 'Angin Kembara'


Selamat ulang tahun, Mbak Anggi Putri. Keep productive writing, ya!
“Tulisan ini saya buat biar dapat Kitab Puisi ‘Angin Kembara’ gratis dari anggiputri.com
#sedekahkitabpuisi #anggiputridotcom

16 komentar:

  1. Saya juga dah biasa bang menulis sejak sd
    Apalgi menulis materi yg ditulis guru di papan tulis
    Apakah tulisan saya itu termasuk puisi? Coz saya menulisnya dari hati takut keluar paa ulangan

    BalasHapus
  2. uhuuuw
    keren syekali.
    sayang aku tak bakat nulis puisi, pasti kalo nyoba nulis puisi gak pernah selesai puisinya.
    huhuhuhu

    BalasHapus
  3. Puisi adalah bentuk tulisan paling indah. Itu sih menurut saya, bang. Pengen bisa bikin puisi yang nge-hook gitu, tapi kalo bikin seadanya. Galau-galaunya udah dapet. Niatnya juga. Tapi malu kalo udah jadi. Akhirnya, nulis diari lagi deh. Oh iya, kayaknya saya telat banget udah SMA gini masih nulis diari. Ck ck ck.

    BalasHapus
  4. aku latihan menulis puisi setiap hari untuk latih, aku tulis di buku tulis, tapi aku tidak mempublishnya di blog, heehe

    BalasHapus
  5. terima kasih tips-tips menulis puisinya, Kak. hehe

    BalasHapus
  6. intuisi.. wah benar sekali memang

    kalau lagi produktif bikin puisi, rasanya memang kata kata diksi bagus bisa keluar begitu saja.. lalu pas di tulis .. pas banget jadi puisi.
    Tapi kalau udah males bikin puisi dan lama ga nulis puisi, menulis puisi jadi agak susah susah gimanaa gitu.

    BalasHapus
  7. Wah harus banyak belajar nih sama kakak. Sukaaa banget bikin prosa sama puisi, tapi...itu-itu aja. Kadang pengen bikin yang tema agak anti mainstream, apa ya kira2? (?)

    BalasHapus
  8. Gue paling nggak bisa bikin puisi tapi pengin bisa. Muehehe. Makanya salut banget sama yang jago bikin tulisan-tulisan keren gitu. \:p/

    BalasHapus
  9. Menulia puisi?
    Itu bukan genreku. Hihihi...
    Jadi, aku lebih suka mendengarkan orang membaca puisinya atau aku sendiri yang membacanya.

    Hanya saja aku setuju lho kak kalau menulis puisi harus melatih intuisi dan banyak membaca.
    Itu juga berlaku ketika kita menulis lagu atau cerita. Menurutku.

    BalasHapus
  10. terimakasih ilmunya. tapi saya sendiri kalau nulis puisi jatuhnya kayak 'kalimat-kalimat alay' gitu.

    BalasHapus
  11. Nulis artikel itu kalau gak biasa akan kesulitan apa lagi kalau Puisi emmm....

    Souvenir Rotan
    Harga Lounger Rotan Sintetis
    Kaligrafi Jepara

    BalasHapus
  12. Keren banget kang, ternyata akang pandai menulis yaa 😆

    BalasHapus